RAGAM
Ilmuwan Bongkar Risiko Bulan Menyusut untuk Misi Manusia
AKTUALITAS.ID – Fenomena mengejutkan terungkap dari penelitian terbaru tentang Bulan. Para ilmuwan menyatakan bahwa satelit alami Bumi tersebut ternyata masih aktif secara tektonik dan terus mengalami penyusutan, kondisi yang berpotensi berdampak pada rencana pendaratan manusia di masa depan.
Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, saat ini tengah menyiapkan misi Artemis II sebagai bagian dari ambisi besar mengirim manusia kembali ke Bulan. Namun, temuan ilmiah terbaru menunjukkan adanya risiko baru yang perlu diperhitungkan.
Penelitian mengungkap bahwa Bulan mengalami kontraksi atau penyusutan seiring waktu. Proses ini menyebabkan tekanan internal yang memicu terbentuknya struktur geologi unik sekaligus meningkatkan potensi gempa Bulan atau moonquake.
Para ilmuwan menemukan ribuan struktur kecil yang disebut small mare ridges (SMR) di wilayah maria, yaitu dataran gelap di permukaan Bulan. Struktur ini terbukti terbentuk akibat gaya kompresi yang sama seperti fenomena sebelumnya yang dikenal sebagai lobate scarps.
Penelitian ini memperluas pemahaman bahwa aktivitas tektonik di Bulan masih berlangsung hingga saat ini, meski berbeda dengan sistem lempeng tektonik di Bumi.
Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Planetary Science Journal, para peneliti berhasil mengidentifikasi 1.114 segmen baru SMR di sisi dekat Bulan. Dengan demikian, total struktur yang telah terdata kini mencapai 2.634.
Menariknya, struktur ini tergolong muda secara geologis, dengan usia antara 50 hingga 310 juta tahun dan rata-rata sekitar 124 juta tahun. Hal ini menguatkan bukti bahwa Bulan bukanlah benda langit yang “mati”, melainkan masih dinamis dan terus berubah.
Peneliti dari Smithsonian Institution, Tom Watters, sebelumnya juga telah mengungkap bahwa penyusutan Bulan menjadi penyebab terbentuknya punggungan di permukaan.
Sementara itu, peneliti lain, Cole Nypaver, menyebut temuan ini memberikan perspektif global baru tentang aktivitas tektonik Bulan.
“Penelitian ini membantu kita memahami lebih dalam bagian dalam Bulan serta potensi gempa di masa depan,” ujarnya.
Aktivitas seismik yang dipicu oleh penyusutan Bulan menjadi perhatian serius, terutama dalam menentukan lokasi aman untuk pendaratan misi seperti Artemis II.
Jika tidak diperhitungkan dengan matang, potensi moonquake dapat membahayakan infrastruktur, peralatan, hingga keselamatan astronot di permukaan Bulan.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa eksplorasi luar angkasa bukan tanpa risiko. Meski begitu, riset ini juga membuka peluang baru untuk memahami sejarah, struktur internal, dan evolusi Bulan secara lebih mendalam.
Dengan semakin banyaknya data ilmiah, manusia diharapkan dapat merancang misi ke Bulan dengan lebih aman dan terukur di masa depan. (Mun)
-
FOTO19/09/2026 16:49 WIB
KWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang Kontak
-
NUSANTARA19/09/2026 08:30 WIBDua Mahasiswi Jadi Korban Tabrak Lari di Toba
-
POLITIK19/09/2026 09:30 WIBJeirry Sumampow: Rekrutmen KPU-Bawaslu Jadi Titik Rawan Demokrasi
-
NASIONAL19/09/2026 13:00 WIBMusa Rajekshah: Sekolah Rakyat Jangan Cuma Jadi Proyek
-
RAGAM19/09/2026 14:00 WIBBoven Digoel: Tempat Lahirnya Jaringan Kemerdekaan
-
POLITIK19/09/2026 10:00 WIBPrabowo: Demokrasi Bisa Dibajak Orang Berduit
-
POLITIK19/09/2026 11:00 WIBPrabowo Bicara Reshuffle, PAN Pilih Taat
-
DUNIA19/09/2026 12:00 WIBTrump Batasi Gerak Presiden Iran di New York

















