Connect with us

NASIONAL

Pencarian Dihentikan, PFI: Dedikasi Mereka Tak Akan Hilang

Aktualitas.id -

PFI: Dedikasi Mereka Tak Akan Hilang

AKTUALITAS.ID – Harapan akhirnya berujung pada keikhlasan yang pahit. Setelah 10 hari berjibaku melawan ganasnya cuaca, Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadatu yang hilang secara misterius di Selat Sunda sejak 7 September 2026.

Pengurus Pusat Pewarta Foto Indonesia (PFI) menyatakan duka cita mendalam atas tragedi yang menjadi pukulan telak bagi dunia pers tanah air ini. Meski pencarian dihentikan, PFI memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar yang telah bertaruh nyawa menyisir perairan demi mencari para korban.

Sekjen PFI Pusat, Galih Pradipta, menegaskan bahwa penutupan operasi ini adalah kabar paling berat bagi seluruh insan pers di Indonesia.

BACA JUGA  Polisi Tegaskan Rompi Pelampung Bukan dari Kapal Jurnalis

“Hari ini adalah hari yang sangat berat. Kita harus menerima kenyataan bahwa operasi SAR gabungan resmi ditutup. Namun, dedikasi kelima rekan kami yang hilang saat menjalankan tugas di Selat Sunda akan selalu menjadi catatan berharga bagi profesi ini,” ujar Galih dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Galih menambahkan, fokus utama PFI saat ini adalah memberikan pendampingan penuh dan menjaga privasi keluarga korban yang tengah menghadapi guncangan psikologis luar biasa. PFI juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang jika ada petunjuk baru yang muncul di kemudian hari.

Di sisi lain, tragedi ini memicu sentilan tajam terkait standar keselamatan peliputan. Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menjadikan insiden nahas ini sebagai peringatan keras bagi seluruh jurnalis dan perusahaan media agar tidak main-main dengan mitigasi risiko di wilayah rawan bencana.

BACA JUGA  Suara Dentuman Misterius di Bandung Ternyata Amukan Anak Krakatau

“Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi besar. Ingat, tidak ada berita seharga nyawa!” tegas Dwi.

Meski pencarian secara fisik telah dihentikan oleh negara, jejak keberanian kelima pejuang informasi ini dipastikan tidak akan ikut tenggelam. Karya-karya visual yang pernah mereka abadikan lewat lensa akan terus hidup menjadi warisan abadi bagi jurnalistik Indonesia.(Mun)

TRENDING