Connect with us

NUSANTARA

Gunung Semeru Meletus 22.18 WIB

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu meletus pada Kamis (17/9/2026) pukul 22.18 WIB, dengan erupsi disertai suara dentuman dan gemuruh.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, mengatakan erupsi tersebut terekam oleh seismograf. Namun, secara visual letusan tidak teramati.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.18 WIB. Visual letusan tidak teramati,” kata Agastya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan rekaman seismograf, erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 25 milimeter dengan durasi mencapai 128 detik.

Tak hanya aktivitas vulkanik yang terekam instrumen, suara dentuman dan gemuruh juga terdengar saat erupsi berlangsung.

BACA JUGA  PPKM Diperpanjang, Kawasan Gunung Bromo & Pendakian Semeru Kembali Ditutup

“Letusan Gunung Semeru itu disertai suara dentuman/gemuruh,” ujar Agastya.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho membenarkan adanya suara gemuruh atau dentuman tersebut. Meski sempat menimbulkan kewaspadaan, hingga kini tidak dilaporkan adanya dampak akibat suara tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut,” kata Isnugroho.

Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tidak mengabaikan zona rekomendasi bahaya yang telah ditetapkan.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, yang menjadi pusat erupsi.

Larangan juga berlaku di luar jarak tersebut, yakni dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

BACA JUGA  Gunung Semeru Erupsi Lagi di Malam Hari

Area itu dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.

Peringatan juga diarahkan pada potensi bahaya susulan. Masyarakat diminta mewaspadai awan panas, guguran lava, serta lahar yang dapat mengalir melalui sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang menjadi perhatian utama antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

BACA JUGA  Gunung Semeru Kembali Erupsi Berkali-Kali pada Sabtu Pagi, Warga Dihimbau Waspada

Erupsi terbaru ini menjadi pengingat bahwa aktivitas Gunung Semeru masih tinggi. Dengan status Level III, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. (Kusuma/Mun)

TRENDING