Connect with us

DUNIA

Saudi Stop Minyak ke Eropa

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Krisis energi mengancam Eropa! Arab Saudi mengambil langkah drastis dengan memangkas hingga membatalkan pengiriman kargo minyak mentah ke Benua Biru pada bulan ini.

Langkah fatal ini terpaksa diambil usai infrastruktur vital mereka, yakni pipa East-West, luluh lantak digempur drone (pesawat nirawak) dan rudal balistik milisi Houthi pekan lalu.

Sumber dari industri perdagangan dan pengiriman minyak mengungkapkan, sejak 15 September lalu, Riyadh telah mengirimkan ‘sinyal darurat’ kepada para pelanggannya di Eropa. Isinya jelas: sejumlah kargo minyak mentah yang dijadwalkan muat bulan ini batal dikirim.

Tak hanya itu, Saudi juga resmi menangguhkan aktivitas pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu yang berlokasi strategis di Laut Merah. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, raksasa minyak milik negara, Saudi Aramco, masih menutup rapat-rapat mulut mereka terkait berapa total kerugian dan jumlah kargo yang gagal berlayar.

BACA JUGA  Tebang Pohon Sembarangan di Arab Saudi Terancam Denda Rp113 M

Lumpuhnya rute Laut Merah memaksa Saudi memutar otak agar pasokan minyak tak sepenuhnya mati. Strategi alternatif pun dimainkan. Saudi kini mengalihkan ekspor minyaknya melalui Selat Hormuz dengan taktik yang dikenal sebagai “pengiriman gelap” (dark shipping).

Taktik sembunyi-sembunyi ini konon mirip dengan apa yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab dan Irak. Dengan jalur ini, produsen minyak raksasa tersebut masih bisa menyelundupkan ekspor sekitar 7 juta hingga 9 juta barel per hari ke pasar global.

Berdasarkan data intelijen pasar dari Vortexa, manuver ini sudah mulai terlihat. Pada periode 7 hingga 13 September, Saudi terekam memuat 22 juta barel minyak menggunakan 12 kapal supertanker di Ras Tanura dan Juaymah.

BACA JUGA  Ikuti Rally Dakar 2026, Julian Johan Sudah Berada di Arab Saudi

Gempuran Houthi terhadap pipa East-West ini membuat tensi di Timur Tengah kembali mendidih. Keduanya kini tak lagi sekadar baku tembak, tapi sudah saling menargetkan infrastruktur ekonomi dan energi yang krusial.

Tak terima urat nadi ekonominya diserang, pemerintah Riyadh telah bersumpah tak akan tinggal diam. Arab Saudi berjanji akan membalas gempuran milisi Houthi tersebut dengan kekuatan penuh secara tegas, keras, dan tanpa ampun.(Mun)

TRENDING