Connect with us

WARGANET

760 Ribu Manusia Resmi Jadi “Pelayan” Kontrak AI

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: gemini - ai

AKTUALITAS.ID – Kecerdasan buatan (AI) kini memasuki babak baru yang memicu perdebatan global. Jika selama ini AI hanya bekerja di balik layar komputer, kini teknologi tersebut mulai “turun ke jalan” dengan memanfaatkan tubuh manusia untuk menjalankan berbagai tugas di dunia nyata.

Startup RentAHuman.ai meluncurkan konsep yang tak biasa: AI dapat mencari, memilih, memesan, hingga membayar manusia agar mengerjakan pekerjaan fisik yang tidak bisa dilakukan mesin.

Dalam hitungan bulan, platform ini berkembang sangat cepat. Per Minggu (21/6/2026), tercatat 760.845 orang telah mendaftarkan diri untuk siap menerima perintah dari agen AI. Angka tersebut melonjak drastis dibanding saat peluncuran yang hanya diikuti sekitar 130 orang.

Pendiri RentAHuman.ai, Alexander Liteplo, meyakini masa depan AI bukan hanya soal algoritma, tetapi juga soal “tubuh manusia”. Menurutnya, robot memang semakin pintar, tetapi masih membutuhkan manusia untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan kehadiran fisik.

Melalui platform tersebut, setiap orang cukup membuat profil, mencantumkan lokasi, keahlian, dan tarif per jam. Selanjutnya, agen AI secara otomatis dapat memilih pekerja yang sesuai, memberikan instruksi, meminta bukti penyelesaian tugas, hingga mengirim pembayaran dalam bentuk aset kripto.

Jenis pekerjaan yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari mengambil paket, menghadiri suatu acara, berlangganan akun media sosial, hingga tugas sederhana seperti berfoto sambil memegang papan bertuliskan “AI membayar saya untuk memegang tulisan ini.”

Liteplo bahkan membayangkan platform ini menjadi ekosistem gig economy generasi baru, layaknya Uber, Grab, atau Gojek, tetapi dengan AI sebagai pihak yang mengatur dan memesan tenaga manusia secara langsung.

Agar semakin mudah diakses mesin, situs tersebut juga dirancang menggunakan sistem Model Context Protocol (MCP) sehingga berbagai agen AI seperti Claude maupun bot otonom lainnya dapat langsung berinteraksi tanpa perlu campur tangan manusia sebagai operator.

Kemunculan layanan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah AI akan menjadi alat yang membantu manusia mencari penghasilan baru, atau justru mengubah hubungan kerja sehingga manusia semakin bergantung pada keputusan algoritma? Yang jelas, batas antara dunia digital dan dunia nyata kini semakin tipis, dan AI tidak lagi sekadar berada di layar melainkan mulai mengoordinasikan pekerjaan manusia di kehidupan sehari-hari. (Firman/Mun)

TRENDING