Connect with us

RAGAM

BMKG Peringatkan Ancaman DBD Meningkat saat Curah Hujan Tinggi

Aktualitas.id -

Petugas melakukan foging di wilayah Cengkareng. Foging ini dilakukan untuk mencegah wabah DBD di Jakarta. AKTUALITAS.ID/Kanu

AKTUALITAS.ID – Curah hujan yang meningkat dan udara yang semakin lembap tidak hanya memicu potensi banjir, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada karena kondisi tersebut sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penularan DBD.

Melalui unggahan di media sosial resminya, BMKG mengimbau masyarakat segera mengambil langkah pencegahan apabila angka insiden (AI) DBD di wilayah tempat tinggal mulai mengalami peningkatan.

“Curah hujan dan udara yang lembap sangat disukai nyamuk DBD untuk berkembang biak. Jika angka insiden (AI) di wilayahmu mulai naik, yuk lakukan langkah WASPADA,” tulis BMKG, Minggu (2/8/2026).

BACA JUGA  Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Minggu

Menurut BMKG, genangan air yang terbentuk setelah hujan dapat menjadi tempat ideal bagi nyamuk bertelur apabila tidak segera dibersihkan. Kondisi inilah yang berpotensi mempercepat peningkatan populasi nyamuk pembawa virus dengue.

Karena itu, BMKG mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus sebagai langkah utama pencegahan, yaitu:

Menguras tempat penampungan air secara berkala.
Menutup rapat seluruh wadah penyimpanan air.
Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain 3M Plus, masyarakat juga dianjurkan melakukan larvasidasi dengan menaburkan bubuk pembasmi jentik pada tempat penampungan air yang sulit dikuras serta memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah.

BMKG menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, tanpa menunggu munculnya kasus DBD di lingkungan sekitar.

BACA JUGA  BMKG: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan dan Hujan Ringan di Beberapa Wilayah 

“Jangan tunggu ada yang sakit, mari cegah dari sekarang. Lingkungan bersih, keluarga sehat,” tulis BMKG.

DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, hingga perdarahan pada kondisi yang lebih berat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya kasus DBD selama periode curah hujan tinggi dan kelembapan udara meningkat. (Kusuma/Mun)

TRENDING