EKBIS
Rupiah Kembali Menguat, Dolar AS Tertekan
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada awal perdagangan Senin (3/8/2026). Setelah sempat berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), mata uang Garuda berhasil berbalik menguat seiring membaiknya sentimen di pasar keuangan Asia.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 30 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp17.992 per dolar AS di pasar spot.
Sementara itu, data perdagangan lain menunjukkan rupiah sempat dibuka di kisaran Rp18.013 per dolar AS, sebelum bergerak menguat mengikuti arah mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Penguatan rupiah terjadi di tengah tren positif mata uang Asia terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kenaikan paling tinggi setelah melonjak sekitar 0,70 persen, diikuti yen Jepang yang menguat 0,65 persen.
Selanjutnya, peso Filipina terapresiasi sekitar 0,36 persen, baht Thailand naik 0,33 persen, dan dolar Singapura menguat 0,16 persen.
Sementara itu, dolar Taiwan naik 0,09 persen, yuan China menguat 0,03 persen, sedangkan dolar Hong Kong bergerak tipis di zona hijau sekitar 0,008 persen. Di antara mata uang utama Asia, hanya ringgit Malaysia yang tercatat melemah tipis sekitar 0,01 persen terhadap dolar AS.
Pergerakan rupiah yang kembali menguat memberikan sinyal positif bagi pasar domestik setelah beberapa waktu terakhir berada di bawah tekanan penguatan dolar AS. Meski penguatannya masih terbatas, keberhasilan rupiah kembali berada di bawah level Rp18.000 menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai mampu memperbaiki sentimen terhadap aset-aset keuangan dalam negeri.
Pelaku pasar kini masih mencermati berbagai sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, pergerakan indeks dolar, serta perkembangan ekonomi kawasan Asia yang berpotensi memengaruhi arah rupiah dalam beberapa hari ke depan.
Apabila tren penguatan mata uang Asia terus berlanjut dan tekanan terhadap dolar AS mereda, rupiah berpeluang mempertahankan penguatannya. Namun, volatilitas pasar global masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai investor maupun pelaku usaha dalam jangka pendek. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBUNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan
-
EKBIS18/09/2026 13:15 WIBLazada Dukung Penguatan Ekosistem Digital dan Ritel lewat JITEX 2026
-
EKBIS18/09/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Meledak Rp25.000
-
POLITIK18/09/2026 14:00 WIBPDIP: Koalisi dengan Gerindra Masih Terlalu Pagi
-
JABODETABEK18/09/2026 13:30 WIBPolisi Tangkap Ayah yang Diduga Aniaya Seksual Anak
-
NUSANTARA18/09/2026 12:30 WIBTerinspirasi Teror Lama, Pria 25 Tahun Ditangkap Gegara Rakit & Sebar Tutorial Bom
-
NASIONAL18/09/2026 11:00 WIBPuteri Komarudin Minta RUU Keuangan Negara Tak Sekadar Atur Administrasi
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBBNPB: Karhutla Sumsel Paling Luas di 6 Provinsi

















