EKBIS
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.141 per Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan Kamis pagi (16/4/2026). Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya rupiah sempat menyentuh level terlemah dalam sejarah.
Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka menguat 2 poin atau sekitar 0,01% ke posisi Rp17.141 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.143 per dolar AS.
Mengacu data Refinitiv, rupiah bahkan sempat dibuka lebih kuat di level Rp17.125 per dolar AS atau terapresiasi 0,03%. Sementara itu, data Bloomberg dan Yahoo Finance menunjukkan pergerakan rupiah yang relatif stabil di kisaran Rp17.136–Rp17.141 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp17.130 per dolar AS, yang merupakan salah satu posisi terlemah sepanjang sejarah.
Secara regional, pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand memimpin penguatan dengan kenaikan 0,42%, disusul dolar Taiwan 0,31% dan yen Jepang 0,17%.
Sementara itu, mata uang lain seperti won Korea Selatan, peso Filipina, ringgit Malaysia, hingga dolar Singapura juga menunjukkan tren penguatan meski dalam kisaran terbatas.
Analis menilai penguatan rupiah yang tipis ini mencerminkan kondisi pasar yang masih dalam fase konsolidasi. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu rilis data ekonomi terbaru serta arah kebijakan moneter global.
Pergerakan rupiah ke depan diperkirakan masih akan fluktuatif, dipengaruhi oleh arus modal asing di pasar obligasi dan saham, serta dinamika indeks dolar AS di pasar global.
Meski penguatan rupiah relatif terbatas, posisi di zona hijau menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Namun, investor tetap disarankan mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)
-
JABODETABEK31/05/2026 05:30 WIBCuaca Jakarta Hari Ini: Berawan dari Pagi hingga Malam
-
EKBIS31/05/2026 06:00 WIBDPR: 6 Juta Pekerja di Ujung Tanduk
-
POLITIK31/05/2026 07:00 WIBPDIP Ingat Prabowo Tak Ubah Kurikulum Sembarangan
-
NASIONAL31/05/2026 14:00 WIBPancasila Lahir di Tengah Perdebatan Panas BPUPKI
-
OASE31/05/2026 05:00 WIBAyat Alquran tentang Luar Angkasa yang Sering Dikaitkan dengan Sains
-
NUSANTARA31/05/2026 11:30 WIBPerwira Mayor TNI AL Ngamuk Hajar Kanit Polisi Sampai Pingsan di Jalanan
-
DUNIA31/05/2026 12:00 WIBParlemen Ghana Sahkan Hukuman Berat untuk LGBTQ
-
PAPUA TENGAH31/05/2026 17:00 WIBFreeport Lepas 11.000 Bibit Baramundi dan Kepiting di Pesisir Mimika

















