Connect with us

Ekstra

Rupiah Jeblok ke Rp18.091/USD

Aktualitas.id -

Ilustrasi rupiah anjlok, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Tekanan terhadap mata uang rupiah belum mereda. Pada pembukaan perdagangan Senin (13/7/2026), nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), memperpanjang tren pelemahan di tengah menguatnya mata uang Negeri Paman Sam dan tekanan di pasar keuangan global.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 26 poin atau 0,14 persen ke level Rp18.091 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat sekitar 0,18 persen ke level 101,131, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap mata uang tersebut.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah diperdagangkan di kisaran Rp18.064 per dolar AS pada waktu yang hampir bersamaan.

BACA JUGA  Rupiah Tergelincir ke Rp16.264/USD: Bayang-Bayang Perang Dagang dan PMI Lesu

Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.065 per dolar AS, posisi terbaru rupiah menunjukkan tekanan lanjutan yang membuat mata uang Garuda kembali kehilangan tenaga di awal pekan.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia juga berada di bawah tekanan dolar AS. Namun, rupiah tercatat menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan, hanya berada di belakang won Korea Selatan.

Won Korea melemah 0,38 persen ke level 1.504,69 per dolar AS. Yen Jepang turun 0,22 persen ke 162,04, diikuti baht Thailand yang melemah 0,21 persen ke 33,365 per dolar AS.

Dolar Singapura juga terkoreksi 0,17 persen menjadi 1,2937, ringgit Malaysia turun 0,12 persen ke 4,077, peso Filipina melemah 0,11 persen ke 61,599, yuan China turun 0,05 persen ke 6,7802, sementara dolar Hong Kong bergerak relatif stabil.

BACA JUGA  Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,23% ke Rp16.685 per Dolar AS

Di sisi lain, hanya segelintir mata uang Asia yang mampu menguat terhadap dolar AS, salah satunya dolar Taiwan yang naik sekitar 0,24 persen ke level 32,111.

Pelemahan rupiah mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons berbagai sentimen global, mulai dari arah kebijakan moneter Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, hingga dinamika ekonomi internasional yang masih membayangi pasar keuangan.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan sentimen global dan arus modal asing yang diperkirakan masih akan menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS. (Firman/Mun)

TRENDING