EKBIS
Harga Minyak Dunia Melonjak 3%
AKTUALITAS.ID – Pasar energi global kembali bergejolak. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin (13/7/2026) setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas, memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi dari kawasan Teluk.
Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$2,34 atau 3,08 persen menjadi US$78,35 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat US$2,21 atau 3,09 persen ke level US$73,62 per barel.
Reli harga minyak dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.
Ketegangan meningkat setelah Iran memperluas serangan ke Qatar dan Uni Emirat Arab pada akhir pekan. Di saat yang sama, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran sehingga memperpanjang eskalasi konflik yang kini semakin berdampak pada pasar energi internasional.
Situasi tersebut membuat pelaku pasar mengantisipasi potensi gangguan pasokan minyak apabila aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali terganggu.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal komersial. Namun sebelumnya, Iran mengumumkan telah menutup jalur strategis tersebut setelah sebuah kapal disebut melintasi rute yang tidak disetujui sebelum kemudian mengalami serangan.
Data perusahaan pelacak kapal Kpler menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami penurunan signifikan. Pada Minggu (12/7/2026) hanya enam kapal yang tercatat melintasi selat tersebut, menjadi jumlah terendah dalam lima pekan terakhir.
Lonjakan harga minyak menunjukkan betapa sensitifnya pasar global terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama pengiriman sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Setiap peningkatan risiko keamanan di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi, meningkatkan biaya logistik global, hingga menambah tekanan terhadap inflasi di berbagai negara.
Pelaku pasar kini terus mencermati perkembangan konflik Iran-AS dan situasi keamanan di Selat Hormuz karena setiap perubahan di kawasan tersebut berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut pada harga minyak dunia. (Firman/Mun)
-
NASIONAL12/08/2026 14:00 WIBMabes TNI Bantah Ambil Alih Keamanan
-
NUSANTARA12/08/2026 15:15 WIBTak Nikmati Keuntungan, Enam Terdakwa Kasus Tanjung Perak Minta Dibebaskan
-
NUSANTARA12/08/2026 08:30 WIBDana Desa Belum Beres, Massa Bakar Kantor Pemerintah
-
JABODETABEK12/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Polda Metro Jaya Buka 08.00–14.00
-
JABODETABEK12/08/2026 12:30 WIBPolisi Bekasi Tangkap Debt Collector Brutal
-
NASIONAL12/08/2026 13:00 WIBTanpa Sekat, KPU dan Wartawan Satu Arena
-
NUSANTARA12/08/2026 07:30 WIBPanik Diteriaki Korban, Maling Apes Terpental dan Tewas di Tempat
-
POLITIK12/08/2026 07:00 WIBWartawan Disemprot, Benny Harman Kini Minta Maaf

















