Connect with us

NUSANTARA

UMY Pastikan Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akhirnya mengambil langkah radikal demi menyelamatkan wajah institusi dari corengan moral yang memuakkan. Manajemen kampus memastikan telah menjatuhkan sanksi tegas berupa penonaktifan sementara terhadap seorang oknum dosen di Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), yang diduga kuat telah melecehkan mahasiswinya sendiri.

Borok menjijikkan ini pertama kali meledak ke publik setelah sebuah unggahan di platform Threads secara berani menelanjangi tangkapan layar percakapan aplikasi WhatsApp antara si oknum dosen dengan beberapa mahasiswi. Isinya? Rentetan pesan berlendir dan bernada pelecehan verbal yang sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang pendidik. Bak bola salju, unggahan itu memancing pengakuan dari korban-korban lain yang mengalami perlakuan serupa dari si oknum dosen.

BACA JUGA  Diduga Melecehkan Pedagang Warung, Seorang Lurah Dilaporkan ke Polisi

Merespons kegaduhan yang kian liar, Rektor UMY, Achmad Nurmandi, langsung meneken surat pernyataan resmi tertanggal 11 Juli 2026. Kampus memastikan tim gabungan dari Prodi Farmasi, FKIK, dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKPT) telah bergerak melakukan investigasi massal untuk menginterogasi pelaku dan mengidentifikasi seluruh korban yang terlibat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi awal dari Program Studi Farmasi, FKIK, dan Satgas PPKPT UMY, Universitas menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh tugas akademik dan nonakademik,” bunyi keputusan resmi pihak rektorat, Minggu (12/7/2026).

Pihak UMY menegaskan bahwa hukuman penonaktifan ini merupakan langkah awal yang berlaku sampai proses pemeriksaan berbasis fakta selesai total, sebelum nantinya dijatuhkan vonis pemecatan atau sanksi hukum yang lebih berat. Mengantisipasi trauma mendalam yang dialami para korban, UMY menyatakan janji untuk memberikan perlindungan penuh serta pendampingan psikologis melekat. Pihak kampus juga menjamin kerahasiaan identitas para pelapor agar tidak mendapat intimidasi susulan.

BACA JUGA  Gara-gara Pelecehan Seks, Gubernur New York Didesak Mundur

Manajemen UMY menegaskan tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk pelecehan, kekerasan, maupun intimidasi yang merusak kenyamanan dan martabat sivitas akademika.

Meski pihak kampus meminta masyarakat menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi liar demi privasi korban, publik terlanjur menyuarakan kemarahan. Netizen mendesak agar oknum dosen bermental mesum ini tidak hanya dicopot dari jabatannya, melainkan diseret ke jalur pidana agar membusuk di dalam penjara! Lingkungan kampus harus dibersihkan dari para predator berkedok intelektual. (Kusuma/Mun)

TRENDING