JABODETABEK
Bocah 4 Tahun Tewas Tercebur Sumur 15 Meter di Bekasi
AKTUALITAS.DI – Peristiwa memilukan terjadi di Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun berinisial AP meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar 15 meter pada Jumat (10/7/2026).
Insiden tersebut memicu operasi penyelamatan dramatis yang melibatkan personel Polsek Serang Baru bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Namun, setelah perjuangan panjang mengevakuasi korban dari dasar sumur, nyawa bocah malang itu tidak dapat diselamatkan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Humas Polres Metro Bekasi melalui akun resminya, petugas yang tiba di lokasi langsung dihadapkan pada kondisi sumur yang sangat dalam dengan kadar oksigen yang minim sehingga proses evakuasi berlangsung penuh risiko.
“Petugas tiba di lokasi dan mendapati sumur sedalam sekitar 15 meter dengan kondisi minim oksigen,” demikian keterangan Humas Polres Metro Bekasi, Sabtu (11/7/2026).
Petugas kemudian mengerahkan pompa penyedot air, tabung oksigen, serta perlengkapan penyelamatan lainnya untuk mempercepat proses evakuasi.
Setelah melalui upaya yang tidak mudah, korban akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur. Namun, AP telah dinyatakan meninggal dunia.
“Korban berinisial AP, anak laki-laki berusia empat tahun, berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” lanjut keterangan Humas Polres Metro Bekasi.
Usai evakuasi, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Metro Bekasi bersama Unit Reskrim Polsek Serang Baru melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa bibir sumur memiliki tinggi yang relatif rendah, hanya ditutup menggunakan papan GRC dan tidak dilengkapi pagar pengaman. Temuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kepolisian mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan di lingkungan tempat tinggal.
Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi kepada pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya di sekitar rumah, terutama yang dapat mengancam keselamatan anak-anak.
Polisi mengimbau pemilik sumur maupun lokasi berisiko lainnya untuk memasang penutup yang kuat serta pagar pengaman yang memadai. Selain itu, orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar area yang berpotensi membahayakan.
Tragedi yang menimpa AP menambah daftar kecelakaan fatal yang melibatkan anak-anak di lingkungan permukiman. Langkah pencegahan sederhana, seperti memasang pengaman pada sumur dan mengawasi anak secara langsung, diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (Kusuma/Mun)
-
NUSANTARA25/08/2026 19:00 WIBGempa Flores 1992 Lebih Mematikan dari 2026
-
RIAU25/08/2026 19:30 WIBPadamkan Api Karhutla, Kapolres Pelalawan Terima 30 Unit Oksigen Portabel untuk Personel
-
NUSANTARA25/08/2026 20:00 WIBRatusan Hektare Tahura Arjuno Hangus Dilalap Api
-
DUNIA25/08/2026 21:00 WIBHarga BBM Iran Bisa Tembus Rp11 Ribu
-
JABODETABEK25/08/2026 22:00 WIBSejumlah Rumah di Duren Sawit Hangus Terbakar
-
OASE26/08/2026 05:00 WIBQS Al-Maidah & Al-Jumu’ah Tegaskan Seruan Adzan
-
POLITIK26/08/2026 07:00 WIBProjo Panik Klarifikasi Video Pemilu 2029
-
NUSANTARA26/08/2026 08:30 WIBKabut Asap Tebal, Jalinsum Lampung Nyaris Lumpuh

















