Connect with us

EKBIS

Rupiah Menguat ke Rp18.070/USD

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (15/7/2026). Meski berhasil menekan laju dolar Amerika Serikat (AS), posisi mata uang Garuda masih bertahan di kisaran Rp18.070 per dolar AS, menandakan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp18.070 per dolar AS, membaik dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp18.091 per dolar AS.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga bergerak positif ke posisi Rp18.094 per dolar AS, atau menguat 6 poin (0,03 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.088 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya dolar AS di pasar global setelah data inflasi Amerika Serikat pada Juni tercatat lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, tidak akan seagresif yang diperkirakan dalam memperketat kebijakan moneternya.

BACA JUGA  Rupiah Belum Bangkit Meski Dolar AS Mulai Melemah

Sentimen global tersebut turut mendorong mayoritas mata uang Asia bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi.

Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah naik 0,26 persen ke level 4,0673 per dolar AS. Disusul dolar Taiwan yang menguat 0,13 persen, yen Jepang naik 0,12 persen, yuan China bertambah 0,09 persen, dolar Singapura menguat 0,078 persen, sementara dolar Hong Kong naik tipis 0,004 persen.

Sebaliknya, tidak semua mata uang Asia menikmati sentimen positif. Won Korea Selatan masih melemah 0,017 persen, sedangkan baht Thailand turun 0,039 persen terhadap dolar AS.

Bagi rupiah, penguatan hari ini memperpanjang tren positif setelah pada perdagangan Selasa (14/7/2026) juga ditutup naik 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp18.091 per dolar AS.

BACA JUGA  Perkasa! Rupiah Pagi Ini Tembus ke Level Rp 16.258 per Dolar AS

Meski demikian, posisi rupiah yang masih berada di atas Rp18.000 per dolar AS menunjukkan tekanan eksternal belum benar-benar hilang. Volatilitas pasar global, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta perkembangan ekonomi Amerika Serikat masih akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan mata uang Garuda dalam beberapa waktu ke depan.

Pelaku pasar kini menantikan data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat dan perkembangan pasar keuangan global yang diperkirakan akan menjadi katalis baru bagi pergerakan rupiah. (Firman/Mun)

TRENDING