NUSANTARA
BNPB Serahkan Kunci Huntap Pertama di Sumbar
AKTUALITAS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memulai serah terima kunci hunian tetap (huntap) kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat. Langkah ini menandai dimulainya fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Siklon Senyar secara terstruktur.
Seremoni penyerahan dipimpin Sekretaris Utama BNPB, Rustian, pada Jumat (10/7/2026). Prosesi berlangsung serentak di empat wilayah, meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kota Padang Panjang. Jajaran pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut hadir menyaksikan langsung prosesi tersebut.
Di Kota Pariaman, Rustian menyerahkan kunci rumah kepada Emridona, warga Desa Sintuak Naras, Kecamatan Pariaman Utara. Rumah milik Emridona rusak parah diterjang banjir dan longsor pada November 2025. Selama berbulan-bulan, ia dan keluarga terpaksa bertahan di sekitar puing-puing bangunan.
“Syukur Alhamdulillah, sangat bahagia sekali melebihi segala-galanya. Sekarang kalau tidur sudah merasakan kenyamanan, gak merasa khawatir setiap malam,” ujar Emridona usai menerima kunci rumah.
Rustian menekankan agar hunian yang telah rampung segera ditempati. Ia memastikan kualitas bangunan telah memenuhi standar keamanan.
“Jangan sampai setelah dibangun huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman,” kata Rustian dalam kesempatan itu.
Pembangunan huntap ini menggunakan teknologi SEPABLOCK (Semen Padang Bata Interlock). Material ini merupakan hasil kerja sama BNPB dengan PT Semen Padang. Sistem interlocking pada bata tersebut diklaim mampu mempercepat durasi pembangunan sekaligus memiliki ketahanan tinggi terhadap guncangan gempa.
Berdasarkan data BNPB per Senin (13/7/2026), target pembangunan huntap di Sumatra Barat mencapai 695 unit. Rinciannya tersebar di sembilan kabupaten/kota. Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni 457 unit. Disusul Tanah Datar 101 unit, Lima Puluh Kota 49 unit, Agam 29 unit, serta Pasaman Barat 28 unit. Pemerintah Kota Padang juga turut mengajukan usulan tambahan 22 unit huntap beserta fasilitas sumur bor.
BNPB menerapkan dua skema dalam program ini. Skema komunal diterapkan bila pemerintah daerah menyediakan lahan, sementara BNPB mengeksekusi pembangunan. Adapun pada skema mandiri, warga membangun rumah di atas tanah milik sendiri sehingga prosesnya lebih cepat. Setiap unit dibangun dengan tipe 36, mencakup dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.
Ia menegaskan percepatan pembangunan ini merupakan wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah. Prinsip Build Back Safer and Better menjadi landasan utama agar masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih tangguh dan layak. BNPB berharap seluruh bantuan huntap mampu memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi warga pascabencana.
-
NASIONAL12/08/2026 14:00 WIBMabes TNI Bantah Ambil Alih Keamanan
-
NUSANTARA12/08/2026 15:15 WIBTak Nikmati Keuntungan, Enam Terdakwa Kasus Tanjung Perak Minta Dibebaskan
-
NUSANTARA12/08/2026 08:30 WIBDana Desa Belum Beres, Massa Bakar Kantor Pemerintah
-
JABODETABEK12/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Polda Metro Jaya Buka 08.00–14.00
-
JABODETABEK12/08/2026 12:30 WIBPolisi Bekasi Tangkap Debt Collector Brutal
-
NASIONAL12/08/2026 13:00 WIBTanpa Sekat, KPU dan Wartawan Satu Arena
-
NUSANTARA12/08/2026 07:30 WIBPanik Diteriaki Korban, Maling Apes Terpental dan Tewas di Tempat
-
POLITIK12/08/2026 07:00 WIBWartawan Disemprot, Benny Harman Kini Minta Maaf

















