DUNIA
AS Bombardir Iran Lagi
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan lanjutan ke wilayah selatan Iran pada Rabu (15/7) waktu setempat. Serangan terbaru itu disebut secara khusus menyasar kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak paling strategis di dunia.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan militer Iran yang menurut Washington digunakan untuk menyerang kapal-kapal dagang yang melintas di kawasan tersebut.
“Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan militer yang telah digunakan pasukan Iran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” tulis CENTCOM melalui akun resminya di X.
Bombardir terbaru dilakukan setelah bentrokan bersenjata antara pasukan Amerika Serikat dan Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan pecah di kawasan Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran melaporkan baku tembak terjadi pada Rabu pagi di wilayah perairan strategis tersebut. Sementara itu, otoritas Provinsi Hormozgan menyebut suara ledakan yang terdengar di Bandar Abbas, sejumlah kota pesisir, dan beberapa pulau di sekitar Selat Hormuz berkaitan dengan konfrontasi militer yang sedang berlangsung.
Laporan serupa juga disampaikan Mehr News yang menyebut ledakan terdengar di kawasan timur Sirik, wilayah yang berada di dekat perairan Teluk.
Gelombang ledakan yang kembali mengguncang Iran selatan memperlihatkan meningkatnya eskalasi militer antara Washington dan Teheran. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan terbaru tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk. Setiap peningkatan ketegangan di wilayah ini menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi keamanan maritim serta stabilitas pasokan energi global.
Konflik yang terus meningkat antara Amerika Serikat dan Iran membuat situasi keamanan di Timur Tengah kembali berada dalam sorotan, sementara komunitas internasional terus memantau perkembangan yang berpotensi memperluas eskalasi kawasan. (Mun)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
RAGAM19/10/2026 08:15 WIBBukan Sekadar Warehouse Sale, FYP Abby and Gail Ajak Gen Z Kenali Kebutuhan Kulit
-
NUSANTARA19/10/2026 11:00 WIBBMKG Ingat Puncak Musim Hujan Bisa Datang Lebih Ekstrem
-
NASIONAL19/10/2026 06:00 WIBMendikdasmen Abdul Mu’ti: Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Ajaran 2027/2028

















