NASIONAL
Konflik Iran Memanas, Hilmy Muhammad: Dunia Tak Boleh Dikuasai Logika Perang
AKTUALITAS.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hilmy Muhammad, meminta hukum internasional ditegakkan tanpa tunduk pada kepentingan geopolitik di tengah eskalasi konflik militer Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pasalnya, penggunaan kekuatan bersenjata berisiko meruntuhkan stabilitas global dan memukul negara berkembang seperti Indonesia.
“Hukum internasional tidak boleh tunduk pada kepentingan geopolitik. Ketika hukum kehilangan wibawa, yang tersisa hanya politik kekuatan,” ujar senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, jika logika senjata mengalahkan diplomasi, stabilitas global terancam runtuh. Negara berkembang, kata dia, akan membayar harga paling mahal akibat lonjakan harga energi dan tekanan ekonomi.
“Jika diplomasi buntu lalu diganti serangan militer, dunia sedang bergerak mundur. Keamanan tidak lahir dari bom, tetapi dari kesepakatan yang menghormati kedaulatan,” tegasnya.
Ia menila, konflik di Timur Tengah bukan sekadar persoalan regional. Kawasan tersebut merupakan jalur strategis energi dunia. Gangguan distribusi minyak berpotensi memicu kenaikan harga energi global, berdampak pada inflasi dan beban subsidi negara berkembang.
Hilmy juga menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia meminta mekanisme internasional dijalankan secara konsisten jika terjadi dugaan pelanggaran Piagam PBB, tanpa memandang kekuatan suatu negara.
“PBB jangan hanya mengecam. Dewan Keamanan bisa menjatuhkan resolusi penghentian serangan, embargo senjata, pembatasan ekonomi, hingga membawa pelanggaran itu ke mekanisme hukum internasional. Jika hanya diterapkan pada negara lemah, PBB kehilangan legitimasi moral,” ujarnya.
Ia mengatakan, kebuntuan Dewan Keamanan akibat hak veto tidak bisa dijadikan alasan pembiaran. Reformasi struktur global, menurut dia, menjadi kebutuhan mendesak jika veto terus melumpuhkan keadilan.
Di sisi lain, Hilmy mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomatik yang lebih aktif. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai anggota aktif PBB dan terlibat dalam berbagai inisiatif perdamaian.
“Indonesia tidak cukup hanya menawarkan diri sebagai mediator. Apakah kita berani menyampaikan sikap tegas ketika hukum internasional dilanggar oleh negara kuat?” kata dia.
Hilmy berharap diplomasi Indonesia menghasilkan dampak strategis bagi perdamaian dunia, bukan sekadar capaian ekonomi. Ia menyinggung peran Soekarno dalam membangun solidaritas non-blok di tengah rivalitas adidaya.
“Dunia tidak boleh dibiarkan berjalan dengan logika perang. Jika hukum kalah oleh kepentingan geopolitik, yang muncul justru ketidakpastian global,” ujar Hilmy.
Ia menilai konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel menjadi ujian serius bagi tata dunia. Respons lembaga global yang adil dan konsisten dinilai krusial untuk menjaga legitimasi hukum internasional dan mencegah eskalasi lebih luas. (Yan Kusuma)
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
NASIONAL22/07/2026 07:00 WIBBaru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Pilih Mundur
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
NUSANTARA22/07/2026 07:30 WIBIbu Muda dan 2 ART Tewas Tragis Dihantam Ledakan Pipa Gas Medan
-
NASIONAL22/07/2026 10:00 WIBEddy Soeparo Yakin Antrean BBM Bakal Susut dalam Dua Pekan
-
EKBIS22/07/2026 11:30 WIBBitcoin Hijau di Tengah Perang AS-Iran

















