Connect with us

OASE

Tangan dan Kaki Akan Bersaksi di Hari Kiamat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Ada satu gambaran dahsyat tentang hari kiamat yang disebut dalam Al-Qur’an: ketika manusia tidak lagi dapat menggunakan mulutnya untuk menyangkal perbuatannya. Tangan berbicara dan kaki memberikan kesaksian atas apa yang pernah dilakukan selama hidup di dunia.

Gambaran tersebut tercantum dalam QS. Yasin ayat 65, yang mengingatkan bahwa pada hari itu Allah menutup mulut manusia, sementara anggota tubuh yang sebelumnya digunakan untuk beraktivitas menjadi saksi.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”
(QS. Yasin: 65)

Pesan ayat ini bukan sekadar tentang kesaksian anggota tubuh, tetapi juga peringatan agar manusia tidak meremehkan perbuatan yang dilakukan selama hidup.

Mulut Dikunci, Tubuh Membuka Kesaksian

Dalam penjelasan tafsir yang dirujuk, ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang mengingkari atau mendustakan apa yang telah mereka lakukan.

BACA JUGA  QS Al-Maidah dan Al-Jumu’ah Tegaskan Seruan Adzan

Ketika tiba saatnya pertanggungjawaban, mulut tidak lagi menjadi sarana untuk membantah. Allah berkuasa membuat tangan berbicara dan kaki memberikan kesaksian.

Artinya, manusia tidak dapat selamanya mengandalkan ucapan untuk menyangkal perbuatannya.

Apa yang dilakukan dengan anggota tubuh justru dapat menjadi bagian dari kesaksian terhadap dirinya sendiri.

Bukan Hanya Tangan dan Kaki

Gambaran kesaksian anggota tubuh juga muncul dalam QS. Fushshilat ayat 20-22.

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa pendengaran, penglihatan dan kulit menjadi saksi atas apa yang telah dikerjakan manusia.

Ketika mereka mempertanyakan mengapa anggota tubuh tersebut bersaksi, jawabannya adalah bahwa Allah-lah yang membuat segala sesuatu mampu berbicara.

Pesannya jelas: tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kuasa Allah.

Bahkan Bumi Disebut Akan Menceritakan Perbuatannya

Kesaksian dalam kehidupan akhirat juga dikaitkan dengan bumi.

QS. Az-Zalzalah ayat 4 menyebutkan bahwa pada hari itu bumi menceritakan berita-beritanya.

BACA JUGA  Al-Qur'an Tegas Perintahkan Berbakti kepada Orang Tua

Dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, Rasulullah SAW menjelaskan makna berita tersebut sebagai kesaksian bumi terhadap perbuatan manusia yang dilakukan di atasnya.

Dengan demikian, tempat yang selama hidup menjadi saksi berbagai aktivitas manusia disebut dalam ajaran Islam sebagai bagian dari gambaran pertanggungjawaban di akhirat.

Tidak Ada Lagi Ruang untuk Bersembunyi

Peringatan tersebut menjadi semakin kuat karena manusia sering merasa suatu perbuatan dapat disembunyikan selama tidak diketahui orang lain.

Padahal, dalam perspektif keimanan Islam, ukuran pertanggungjawaban bukan sekadar apakah manusia lain mengetahui sebuah perbuatan atau tidak.

Allah mengetahui seluruh amal manusia.

Karena itu, kesendirian bukan berarti perbuatan menjadi tersembunyi dari pengawasan Allah.

Setiap Amal yang Diusahakan Akan Dipertanggungjawabkan

Penjelasan ulama yang dikutip dalam materi tersebut juga menyoroti penggunaan kata “yaksibun” dalam QS. Yasin ayat 65, yang berkaitan dengan apa yang manusia usahakan atau kerjakan.

BACA JUGA  Al Quran Dibakar, DPR Minta Dubes Norwegia-Swedia Minta Maaf

Poin ini menekankan dimensi kehendak manusia dalam perbuatannya. Pertanggungjawaban tidak sekadar berkaitan dengan tindakan yang terjadi, tetapi juga dengan perbuatan yang dilakukan atas kehendak dan usaha seseorang.

Inilah yang membuat peringatan tersebut relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan Menunggu Hari Ketika Semua Terbuka

Pesan akhirnya bukan untuk membuat manusia tenggelam dalam ketakutan, melainkan menjadi pengingat agar lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

Ucapan, pandangan, langkah, pekerjaan, hingga aktivitas yang dilakukan ketika tidak ada seorang pun yang melihat, semuanya berada dalam pengetahuan Allah.

Jika hari ini manusia masih bisa menyangkal dengan kata-kata, gambaran Al-Qur’an mengingatkan bahwa akan ada hari ketika mulut tidak lagi menjadi pembela.

Tangan berbicara. Kaki bersaksi. Anggota tubuh menjadi saksi.

Karena itu, sebelum tiba hari pertanggungjawaban, masih ada kesempatan untuk memperbaiki amal, memperbanyak ibadah, dan meninggalkan perbuatan yang dilarang. (Mun)

TRENDING