Connect with us

NASIONAL

Keracunan MBG Berulang, Komisi IX Desak BGN Bentuk Satgas

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Gelombang kasus keracunan massal yang melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah memantik kemarahan parlemen. Pimpinan Komisi IX DPR RI menilai pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) masih sangat lemah dan meminta pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menyisir setiap dapur penyedia makanan secara ketat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan bahwa penutupan sementara dapur bermasalah belum cukup untuk menghentikan “teror” makanan basi yang mengintai kesehatan siswa dan santri.

“Masih terjadinya kasus keracunan menunjukkan masih lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh BGN. Saya minta BGN meningkatkan pengawasan secara berkala dan presisi terhadap setiap dapur dengan membentuk Satgas MBG yang melibatkan BPOM, pemerintah daerah, dinas kesehatan, kepala sekolah, dan orang tua murid,” tegas Yahya, Jumat (4/9/2026).

BACA JUGA  DPR Minta KLB Kabut Asap Ditetapkan

Desakan ini menyusul petaka keracunan skala besar yang menimpa 512 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, serta 750 murid dan guru di SMAN 1 Lasem, Rembang. Di Lasem, kegiatan belajar mengajar bahkan terpaksa dihentikan total usai ratusan siswa bertumbangan akibat mual dan diare masif.

Investigasi internal BGN membeberkan bahwa malapetaka ini dipicu kelalaian fatal pada standard operating procedure (SOP) pendistribusian. Makanan tanpa pengawet yang seharusnya dibagikan maksimal empat jam setelah dimasak, justru ditahan lebih lama di lapangan hingga membusuk dan dipenuhi bakteri.

Melihat keteledoran pengelolaan di tingkat tapak tersebut, politikus Partai Golkar ini mendesak BGN menanggung seluruh biaya pengobatan para korban dan mengaudit total integritas para kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BACA JUGA  Golkar Sebut Dasar Pemakzulan Gibran Tak Terpenuhi

“Saya minta BGN melakukan investigasi secara tuntas dan terbuka untuk mengetahui penyebab kasus keracunan, serta membenahi tata kelola secara detail dan terperinci. BGN juga harus melakukan peningkatan kapasitas kepala dapur supaya lebih profesional, berintegritas, dan penuh kedisiplinan,” pungkasnya. (Andrey/Mun)

TRENDING