Connect with us

RAGAM

NASA: Bulan Menjauh 3,8 Cm per Tahun

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Posisi Bulan yang selama ini mendampingi Bumi ternyata tidak sekokoh yang dibayangkan. Satelit alami satu-satunya milik Bumi ini terpantau bergerak makin jauh dan merenggang secara konstan dari orbitnya.

Berdasarkan data dari Lunar Laser Ranging Experiment – eksperimen yang memanfaatkan panel reflektor besutan astronot misi Apollo sejak 1960-an – ilmuwan menghitung jarak presisi menggunakan pantulan sinar laser. Hasilnya mengejutkan: Bulan menjauhi Bumi sejauh 3,8 sentimeter setiap tahunnya.

Pergeseran perlahan tapi pasti ini membawa dampak serius bagi fenomena astronomi di masa depan, terutama Gerhana Matahari Total.

Saat ini, masyarakat Bumi masih bisa menikmati indahnya Gerhana Matahari Total karena ukuran piringan Bulan yang tampak dari Bumi hampir sama besar dengan Matahari. Padahal, meski Matahari berukuran 400 kali lebih besar, jaraknya juga 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan Bulan.

BACA JUGA  NASA Uji Hidup di “Mars Dune Alpha”, Empat Relawan Jalani Simulasi 378 Hari

Namun, seiring bergeraknya Bulan menjauh, ukuran tampak Bulan di langit malam akan terus memengecil. Akibatnya, piringan Bulan tidak akan mampu lagi menutupi Matahari secara sempurna.

“Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” ungkap ilmuwan NASA, Richard Vondrak.

Ukuran piringan Bulan sebenarnya telah menyusut drastis dibanding masa lalunya. Pada 4 miliar tahun silam, Bulan berada sangat dekat dan terlihat hingga tiga kali lebih besar di langit Bumi dibandingkan ukurannya saat ini. (Mun)

TRENDING