Connect with us

OASE

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Ziarah Kubur Jika Tak Ingin Dosa Besar

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Praktik ziarah kubur telah lama menjadi bagian mendalam dari tradisi umat Islam. Namun, tahukah Anda bahwa istilah “ziarah kubur” secara eksplisit tidak pernah disebutkan dalam Al-Qur’an? Kendati demikian, landasan hukum dan isyarat mengenai keutamaannya tersirat kuat dalam kalam Ilahi serta petunjuk Rasulullah SAW.

Secara eksplisit, landasan paling kokoh mengenai tradisi ini bersumber langsung dari hadis Nabi Muhammad SAW. Menariknya, Rasulullah SAW pada masa awal Islam sempat melarang umatnya melakukan ziarah kubur. Konversi hukum kemudian terjadi ketika Nabi menganjurkannya (menjadi sunnah muakkadah) karena ziarah terbukti efektif melembutkan hati yang keras serta pengingat ampuh akan kehidupan akhirat.

Dalam Al-Qur’an, isyarat ziarah kubur merujuk pada beberapa ayat krusial. Surah At-Takatsur (102: 1-2) menyinggung kematian sebagai pengingat agar tak tertipu kemewahan duniawi. Sementara Surah At-Taubah (9: 84) memuat larangan mendoakan orang munafik di kuburnya—yang secara implisit menegaskan bahwa mendoakan orang beriman di pemakaman adalah amalan yang disyariatkan.

BACA JUGA  Jembatan Gantung di Desa Leuwi Ipuh Putus, 15 Warga Terjatuh

Agar ziarah tak berubah menjadi amalan yang salah kaprah atau bahkan memicu dosa, terdapat tiga adab utama yang wajib dipatuhi:

  1. Mengucapkan Salam Khusus
    Rasulullah SAW mengajarkan sapaan penuh doa bagi para penghuni kubur:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

“Semoga kesejahteraan untukmu wahai penduduk negeri dari orang-orang mukmin dan muslim…”

  1. Dilarang Menjadikan Kuburan Tempat Duduk atau Sholat
    Berdasarkan riwayat HR Muslim, Nabi tegas melarang seseorang melangkahi, duduk di atas makam, maupun melaksanakan sholat yang menghadap langsung ke kuburan.
  2. Luruskan Niat, Hindari Praktik Syirik
    Tujuan ziarah murni untuk mendoakan ahli kubur dan mengingat kematian. Menggantungkan harapan atau memohon hajad kepada ahli kubur merupakan tindakan yang melanggar ketauhidan, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Yunus ayat 106 dan Surah Az-Zumar ayat 3.
BACA JUGA  Mengapa Rasulullah Pernah Melarang Ziarah Kubur Lalu Membolehkannya Lagi?

Melakukan ziarah sesuai tuntunan tak hanya mendatangkan pahala dan mengalirkan doa bagi almarhum, tetapi juga menjadi cermin pembersihan jiwa dari kelalaian duniawi. (Mun)

TRENDING