RAGAM
Ilmuwan Bongkar Fakta Baru Gempa Petir
AKTUALITAS.ID – Fenomena alam tak biasa kembali bikin geger dunia sains. Para peneliti baru saja membongkar rahasia di balik “thunderquakes” atau gempa petir—sebuah getaran misterius di dalam tanah yang dipicu langsung oleh dentuman guntur dahsyat di udara.
Banyak pihak berspekulasi dan dibuat cemas: apakah getaran misterious dari petir ini sanggup memicu bencana dahsyat seperti tsunami?
Jawabannya terungkap dalam riset terbaru yang diterbitkan di jurnal bergengsi Science Advances (21/8/2026). Ternyata, fakta di lapangan jauh dari narasi panik yang beredar. Gempa petir bukanlah guncangan tektonik maha dahsyat yang mampu menggulung samudra atau merobek pesisir pantai. Sebaliknya, fenomena ini justru membawa kabar super penting bagi keselamatan perkotaan!
Suara Petir Menghantam Bumi
Secara teknis, gempa petir terjadi ketika gelombang tekanan suara super kuat dari guntur menyenggol permukaan bumi. Sebagian energi akustik itu menyusup masuk ke dalam tanah dan memicu getaran mikroskopis. Getaran ini memang tidak akan membuat manusia terlempar atau rumah bergoyang, namun dampaknya bagi dunia pemetaan geologi benar-benar luar biasa.
Tim ilmuwan dari Penn State University yang dipimpin ahli geofisika Tieyuan Zhu sukses memanfaatkan jaringan kabel serat optik bawah tanah sepanjang 4 kilometer di State College, Pennsylvania. Dengan mengandalkan kabel serat optik tak terpakai (dark fiber), mereka berhasil merekam lebih dari 450 kali gempa petir selama 2,5 tahun.
Hasilnya membelalakkan mata: getaran petir tersebut sukses memetakan struktur batuan di kedalaman hingga 100 meter di bawah tanah!
Bongkar Ancaman Lubang Ambles (Sinkhole)
Melalui metode canggih ini, para ilmuwan berhasil membongkar zona-zona lemah rahasia pada lapisan batu kapur bawah tanah yang selama ini tersembunyi. Zona tersembunyi inilah yang selama ini menjadi biang kerok terbentuknya sinkhole alias lubang ambles mendadak yang siap memakan bangunan di atasnya.
“Satu badai petir saja sanggup menghasilkan sinyal seismik kuat yang mencakup wilayah hingga puluhan kilometer persegi,” ungkap riset tersebut.
Artinya, dibanding harus menghabiskan miliaran rupiah untuk survei geologi manual, kota-kota besar yang sudah ditanami kabel serat optik kini bisa dipetakan ketahanan tanahnya secara murah dan efisien—cukup dengan ‘bantuan’ suara petir!
Bakal Dijajal ke Luar Angkasa
Gagasan memanfaatkan guntur untuk mendeteksi pergerakan tanah sebenarnya telah diteliti Zhu dan koleganya sejak 2019. Namun temuan 2026 ini mempertegas bahwa gelombang thunderquakes adalah kunci emas pemetaan geologi masa depan.
Bahkan, Tieyuan Zhu mengisyaratkan teknologi ini siap diboyong keluar dari planet Bumi. Peneliti berencana menerapkan survei thunderquakes untuk memetakan kondisi geologis di Titan, bulan milik Saturnus yang dikenal memiliki badai raksasa tak bertepi.
Jadi, ketakutan soal thunderquakes memicu tsunami dipastikan hanya mitos semata. Yang pasti, suara petir kini bukan lagi sekadar ancaman dari langit, melainkan ‘radar alami’ yang siap membongkar rahasia paling kelam di perut bumi. (Firman/Mun)
-
RIAU12/09/2026 17:30 WIBPolisi Bongkar Pondok Kayu Diduga Markas Transaksi Sabu
-
DUNIA12/09/2026 18:00 WIBPartai Republik Sendiri Syok! Janji Trump Bikin Bangkrut AS
-
RIAU12/09/2026 16:30 WIBTempat Hiburan Malam Pekanbaru Dirazia Polisi
-
EKBIS12/09/2026 20:00 WIBLuhut: 50 Juta Warga Miskin Masuk Data Bansos Digital
-
NUSANTARA12/09/2026 19:00 WIB193 Siswa Sakit, Ayam Bumbu Kuning MBG Toraja Positif Bakteri E. Coli
-
NASIONAL12/09/2026 22:00 WIBGus Kikin Diminta Berani Bersihkan Konflik Internal PBNU
-
DUNIA12/09/2026 21:00 WIBSaudi Tutup Pipa Minyak Usai Serangan Drone
-
NASIONAL13/09/2026 04:00 WIBNing Lia Dorong Polri Tetap Humanis dan Profesional

















