Connect with us

OTOTEK

Jangan Biarkan Google Terus Rekam Aktivitas Anda

Aktualitas.id -

Ilustrasi. Logo Google. (ist)

AKTUALITAS.ID – Aktivitas digital sehari-hari meninggalkan banyak jejak data. Ketika menggunakan layanan Google seperti Search, Maps, YouTube, Chrome, hingga berbagai aplikasi yang terhubung dengan akun Google, sejumlah aktivitas dapat disimpan berdasarkan pengaturan akun yang dipilih pengguna.

Data tersebut dapat digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih personal, termasuk rekomendasi pencarian, video, lokasi, maupun iklan.

Namun, bagi pengguna yang ingin memiliki kontrol lebih besar atas data pribadi, Google menyediakan sejumlah pengaturan untuk membatasi atau menghentikan penyimpanan aktivitas tertentu.

Berikut empat pengaturan yang dapat diperiksa melalui akun Google.

1. Matikan Riwayat Lokasi

Riwayat Lokasi atau Location History dapat menyimpan informasi mengenai lokasi yang dikunjungi apabila fitur tersebut diaktifkan pada akun.

Untuk memeriksanya, pengguna dapat masuk ke akun Google, kemudian membuka menu Data & Privacy.

BACA JUGA  Google Melawan Aturan Uni Eropa, Tidak Mau Tambahan Fitur Pengecekan Fakta di Platform

Selanjutnya cari bagian History Settings, pilih Location History, lalu pilih opsi untuk menonaktifkannya.

Perlu diketahui, menonaktifkan fitur tersebut tidak otomatis menghapus seluruh data lokasi yang sebelumnya telah tersimpan. Pengguna perlu memeriksa pilihan penghapusan data secara terpisah.

2. Batasi Aktivitas Web dan Aplikasi

Google juga menyediakan fitur Web & App Activity yang dapat menyimpan aktivitas tertentu dari layanan Google dan aplikasi yang terhubung dengan akun, bergantung pada pengaturan pengguna.

Untuk membatasinya, buka menu Data & Privacy, kemudian pilih Web & App Activity.

Pengguna dapat memilih opsi untuk menghentikan penyimpanan aktivitas tersebut.

Pengaturan ini penting diperiksa bagi pengguna yang ingin mengurangi jumlah aktivitas digital yang tersimpan di akun Google.

3. Hentikan Penyimpanan Riwayat YouTube

Riwayat pencarian dan tontonan YouTube juga dapat diatur melalui akun Google.

BACA JUGA  Mengajar dari Rumah, Google Siapkan Internet Gratis untuk Ribuan Guru

Jika fitur tersebut aktif, aktivitas YouTube dapat digunakan untuk membantu memberikan rekomendasi konten yang lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna.

Untuk membatasinya, masuk ke Data & Privacy, kemudian pilih YouTube History.

Dari menu tersebut, pengguna dapat memilih opsi untuk menghentikan penyimpanan riwayat.

4. Nonaktifkan Iklan yang Dipersonalisasi

Pengguna yang tidak ingin iklan disesuaikan berdasarkan aktivitas dan preferensi dapat memeriksa pengaturan Personalized Ads melalui My Ad Center.

Masuk ke akun Google, buka Data & Privacy, kemudian cari My Ad Center.

Dari sana, pengguna dapat mengubah pengaturan iklan yang dipersonalisasi.

Menonaktifkan iklan yang dipersonalisasi tidak berarti seluruh iklan akan hilang. Iklan tetap dapat muncul, tetapi tidak lagi disesuaikan menggunakan kategori personalisasi yang sebelumnya diaktifkan.

BACA JUGA  Google Mengalah: Era Baru Pencarian Internet Dimulai

Jangan Salah Kaprah soal “Google Memantau 24 Jam”

Istilah “Google memantau Anda 24 jam penuh” sering digunakan untuk menggambarkan besarnya data yang dapat dikumpulkan dari berbagai layanan.

Namun, mekanismenya lebih kompleks. Tidak semua aktivitas pengguna otomatis direkam dengan cara yang sama. Pengumpulan dan penyimpanan data bergantung pada layanan yang digunakan, perangkat, akun, serta pengaturan privasi yang dipilih.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya mematikan satu fitur.

Periksa secara berkala pengaturan Location History, Web & App Activity, YouTube History, serta Personalized Ads agar mengetahui data apa saja yang tersimpan dan bagaimana data tersebut digunakan.

Kontrol privasi pada akhirnya bukan berarti harus berhenti menggunakan layanan digital, melainkan memastikan pengguna mengetahui pengaturan yang tersedia dan memilih sendiri tingkat data yang ingin disimpan. (Irawan/Mun)

TRENDING