Connect with us

POLITIK

Hanura Harap RUU Pemilu Diketok Desember

Aktualitas.id -

Ketua Tim Task Force sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Partai Hanura melayangkan desakan keras kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar tidak bermain-main dengan tenggat waktu. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura secara terbuka berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu dapat disahkan paling lambat akhir tahun 2026 ini, berbarengan dengan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Ketua Tim Task Force sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, memperingatkan agar pembahasan undang-undang krusial ini tidak dilakukan secara mendesak di pengujung waktu atau injury time menjelang Pemilu 2029.

“Saya pikir akhir tahun 2026, serentak dengan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, bisa diputuskan dalam sidang terakhir sebelum tutup tahun 2026,” tegas Rio, Jumat (4/9/2026).

BACA JUGA  Dasco Pastikan Revisi UU Pemilu Segera Digulirkan

Bukan tanpa alasan Hanura ngotot meminta percepatan regulasi ini. Menurut Rio, jika RUU Pemilu rampung akhir 2026, maka seluruh tahapan krusial di tahun 2027 bisa langsung dieksekusi tanpa hambatan, termasuk proses seleksi penyelenggara pemilu dari pusat hingga daerah.

“Jadi, 2027 sudah mulai proses untuk pemilihan dan seleksi KPU, Bawaslu, dan sebagainya,” ungkapnya.

Hanura mewanti-wanti agar DPR tidak mengulang pola lama yang kerap menunda-nunda keputusan hingga mendekati hari-hari akhir tahapan pemilu. Keterlambatan pengesahan dinilai akan sangat merembet dan melumpuhkan kesiapan teknis di tingkat bawah, mengingat rantai birokrasi pemilu mencakup pembentukan badan ad-hoc hingga tingkat kecamatan.

“Jangan sampai seperti isu yang beredar, ada yang bilang RUU tersebut akan diputuskan injury time. Kalau itu terjadi, bisa sedikit menghambat proses pemilu. Setelah ini ada pembentukan KPU, Bawaslu, mulai dari tingkat pusat sampai seluruh Indonesia, hingga tingkat kecamatan,” papar politikus senior itu.

BACA JUGA  CSIS Sebut Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Belum Tentu Tingkatkan Akuntabilitas

Meskipun menegaskan sikap partainya yang tetap menghormati proses konstitusional di parlemen dan siap menghadapi skenario terburuk apa pun, Hanura menilai langkah bijak dan arif ada pada kecepatan dan kematangan persiapan sejak dini.

“Lebih arif kalau dari awal dipersiapkan dengan matang dan diputuskan tidak pada injury time. Tapi kalau diputuskan pada injury time pun, Hanura siap,” pungkas Rio. (Andrey/Mun)

TRENDING