POLITIK
CSIS Sebut Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Belum Tentu Tingkatkan Akuntabilitas
AKTUALITAS.ID – Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai asumsi bahwa pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal dapat meningkatkan akuntabilitas politik tidak didukung oleh bukti empiris yang kuat. Penilaian ini disampaikan Peneliti CSIS Arya Fernandes dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (20/1/2026).
Arya mempertanyakan dasar argumentasi dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengasumsikan pemilu terpisah akan mendorong pemilih lebih rasional dalam memberikan reward dan punishment kepada partai politik.
“Pertanyaannya, benarkah dengan memisahkan pemilu nasional dan pemilu daerah itu akan menciptakan akuntabilitas politik seperti yang diasumsikan dalam putusan MK?” ujar Arya.
Menurutnya, anggapan bahwa jeda waktu antara pemilu nasional dan lokal otomatis membuat pemilih lebih fokus pada isu daerah merupakan asumsi kausal yang lemah dan tidak sejalan dengan temuan akademik.
“Kita seolah menganggap kalau pemilu dipisah, isu lokal otomatis menguat dan akuntabilitas meningkat. Padahal literatur komparatif pemilu tidak mendukung asumsi kausalitas itu,” tegasnya.
Arya merujuk pada pengalaman sejumlah negara di Amerika Latin yang justru menunjukkan dampak kontraproduktif dari pemisahan pemilu pusat dan daerah. Dalam praktiknya, konflik politik lokal justru meningkat.
“Di banyak negara Amerika Latin, konflik politik di daerah makin terbuka ketika pemilu nasional dan daerah dipisah, karena tidak ada cooling period setelah pembentukan pemerintahan nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai pemisahan pemilu juga tidak otomatis memperkuat desentralisasi politik. Struktur insentif politik Indonesia yang masih sangat terpusat membuat kontestasi elite nasional tetap mendominasi politik lokal.
“Dalam sistem multipartai dengan struktur partai yang terpusat, pemilu terpisah justru berisiko memperpanjang siklus konflik politik dan memusatkan kembali perhatian pada elite, bukan pada isu-isu lokal,” ujarnya.
Atas dasar itu, Arya menegaskan bahwa narasi yang selama ini berkembang—bahwa pemisahan pemilu nasional dan daerah akan otomatis meningkatkan akuntabilitas politik—perlu dikaji ulang secara serius.
“Secara empiris, klaim tersebut belum terbukti,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
-
RIAU17/02/2026 16:00 WIBJelang Imlek dan Ramadan, Dishub Bengkalis Siagakan Lima Armada Roro untuk Layani Lonjakan Arus
-
NASIONAL17/02/2026 19:00 WIBHilal Tidak Penuhi Kriteria MABIMS, Awal Ramadhan Kamis
-
PAPUA TENGAH17/02/2026 19:15 WIBPatroli Humanis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Rasa Aman Warga Sinak
-
RIAU17/02/2026 20:30 WIBAntisipasi Asap Karhutla, Dinkes Riau Aktifkan Tim Medis Darurat
-
NASIONAL17/02/2026 14:00 WIBKPK Minta Lapor Dewas soal Dugaan Penyidik Minta Rp 10 M Kasus RPTKA
-
FOTO17/02/2026 22:44 WIBFOTO: Penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah
-
PAPUA TENGAH17/02/2026 20:45 WIBKetegangan Jual Beli Emas di Jalan Leo Mamiri Mimika Berhasil Diredam Polisi
-
RAGAM17/02/2026 14:30 WIBPemerintah Berikan Diskon Tiket Pesawat untuk Libur Lebaran

















