DUNIA
Sekjen Hizbullah Sebut Negosiasi Lebanon-Israel Memalukan
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Hizbullah secara tegas menolak rencana negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon, serta menegaskan komitmennya untuk tetap bersenjata.
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan penolakan keras terhadap upaya negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel yang baru-baru ini digelar di Washington, Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya pada Senin (27/4/2026), Qassem menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan terlibat dalam negosiasi tersebut dan tetap melanjutkan apa yang disebutnya sebagai perlawanan defensif.
“Hizbullah tidak akan menyerahkan senjata dan menolak segala bentuk negosiasi langsung,” tegas Qassem.
Ia juga mengkritik pemerintah Lebanon yang dinilai terlalu cepat memberikan konsesi dalam proses diplomasi tersebut. Menurutnya, langkah itu tidak memiliki dasar yang kuat selain bentuk penyerahan diri.
Qassem kemudian mengajukan lima poin utama yang menurutnya harus dipenuhi sebelum pembicaraan lebih lanjut dilakukan. Kelima poin tersebut meliputi penghentian agresi Israel di darat, laut, dan udara, penarikan pasukan dari wilayah yang diduduki, pembebasan tahanan, pemulangan warga yang mengungsi, serta rekonstruksi wilayah terdampak.
“Solusi harus dimulai dari pemenuhan hak-hak Lebanon, bukan kompromi sepihak,” ujarnya.
Ia juga menyerukan agar pemerintah Lebanon kembali menyatukan rakyat dan tidak bertindak atas kepentingan kelompok tertentu, melainkan berdasarkan konsensus nasional.
Menurut data resmi pemerintah Lebanon, lebih dari 2.500 orang dilaporkan tewas dan sekitar 1,6 juta lainnya mengungsi akibat konflik yang berlangsung sejak awal Maret.
Meski kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama 10 hari sejak 10 April, pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut dilaporkan masih terjadi.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa kedua pihak telah sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah putaran kedua negosiasi.
Penolakan Hizbullah terhadap jalur diplomasi ini berpotensi memperumit upaya perdamaian di kawasan. Dengan posisi yang semakin tegas dari masing-masing pihak, masa depan stabilitas Lebanon-Israel masih berada dalam ketidakpastian. (Mun)
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
NASIONAL06/08/2026 10:00 WIBSahroni Minta TNI-Polri Kawal Langsung Kasus Polisi Tewas
-
EKBIS06/08/2026 10:30 WIBRupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS
-
EKBIS06/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,679 Juta per Gram
-
NASIONAL06/08/2026 11:00 WIBKPK: Raja Juli Diduga Terima Sin$14.000 dari Bupati Kuansing
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
POLITIK06/08/2026 06:00 WIBIsu Ganti Kapolri Memanas! ProDem Sebut Ada Upaya Ganggu Pemerintahan Prabowo

















