Connect with us

OASE

Al-Qur’an Ungkap Malaikat Bersayap

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Pertanyaan tentang asal penciptaan malaikat menjadi salah satu pembahasan penting dalam ajaran Islam. Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim, malaikat diciptakan dari cahaya atau nur.

Sementara itu, Al-Qur’an tidak secara langsung menyebut bahan penciptaan malaikat. Al-Qur’an lebih banyak menjelaskan keberadaan, sifat, kedudukan, dan tugas para malaikat sebagai makhluk Allah SWT.

Malaikat Diciptakan dari Cahaya

Keterangan mengenai asal penciptaan malaikat terdapat dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Aisyah RA.

Hadis tersebut menerangkan bahwa malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api, sedangkan Adam diciptakan dari materi yang telah dijelaskan dalam riwayat tersebut.

Dengan demikian, dalam sumber ajaran Islam terdapat penjelasan yang membedakan asal penciptaan malaikat dengan manusia dan jin.

Keimanan terhadap malaikat juga merupakan bagian dari rukun iman, yaitu rukun iman yang kedua.

Al-Qur’an Menyebut Malaikat Memiliki Sayap

Al-Qur’an menjelaskan keberadaan malaikat antara lain dalam Surah Fathir ayat 1.

Ayat tersebut menyebut malaikat sebagai utusan Allah yang memiliki sayap, dengan jumlah dua, tiga, atau empat. Ayat yang sama juga menegaskan bahwa Allah dapat menambahkan ciptaan-Nya sesuai kehendak-Nya.

Keterangan mengenai sayap malaikat tidak berarti harus dipahami sama seperti sayap makhluk yang dikenal manusia. Detail hakikat bentuk malaikat termasuk perkara gaib yang tidak dapat disamakan begitu saja dengan makhluk yang terlihat.

Malaikat Termasuk Makhluk Gaib

Malaikat berada dalam alam yang berbeda dari manusia. Karena itu, manusia tidak dapat melihat mereka dalam keadaan normal.

Dalam sejumlah riwayat keislaman, malaikat dapat menampakkan diri dalam bentuk tertentu atas kehendak Allah. Salah satu contoh yang dikenal dalam hadis adalah kedatangan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dalam rupa manusia.

Al-Qur’an juga menggambarkan malaikat sebagai makhluk yang dimuliakan dan senantiasa menjalankan perintah Allah.

Tidak Ada Angka Pasti Jumlah Malaikat

Berapa jumlah seluruh malaikat? Tidak ada keterangan yang menetapkan angka keseluruhan secara pasti.

Al-Qur’an, misalnya, menyebut seribu malaikat dalam konteks pertolongan kepada kaum Muslim dalam Perang Badar, sebagaimana terdapat dalam Surah Al-Anfal ayat 9.

Namun angka tersebut bukan berarti jumlah seluruh malaikat yang diciptakan Allah.

Karena itu, umat Islam mengimani keberadaan seluruh malaikat, baik yang namanya disebutkan dalam sumber agama maupun yang tidak diketahui namanya.

10 Nama Malaikat yang Populer Dikenal

Dalam pembelajaran agama Islam di Indonesia, terdapat sejumlah nama malaikat yang umum dikenal beserta tugasnya.

1. Jibril
Dikenal sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul.

2. Mikail
Dalam tradisi pembelajaran Islam, Mikail dikaitkan dengan pengaturan rezeki dan berbagai urusan yang diperintahkan Allah.

3. Israfil
Dikenal sebagai malaikat yang akan meniup sangkakala pada waktu yang telah ditentukan Allah.

4. Malik
Disebut dalam Al-Qur’an sebagai penjaga neraka.

5. Munkar dan Nakir
Dalam hadis dikenal sebagai malaikat yang bertugas mengajukan pertanyaan kepada manusia di alam kubur.

6. Raqib dan Atid
Dalam pembelajaran Islam populer, keduanya dikenal berkaitan dengan pencatatan amal manusia. Namun istilah Raqib dan Atid perlu dipahami hati-hati karena Al-Qur’an menggunakan istilah raqib dan ‘atid dalam konteks sifat pengawas/pencatat, bukan secara eksplisit sebagai dua nama diri malaikat.

7. Ridwan
Nama yang populer digunakan dalam tradisi Islam untuk malaikat penjaga surga, meski penyebutan nama tersebut tidak memiliki dasar yang sama kuat dengan nama malaikat yang disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an.

Sifat Malaikat dalam Ajaran Islam

Al-Qur’an menggambarkan malaikat sebagai makhluk yang taat kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya.

Surah Al-Anbiya ayat 19-20 menggambarkan malaikat yang berada di sisi Allah tidak menyombongkan diri dari beribadah dan tidak berhenti bertasbih.

Karena merupakan makhluk gaib, berbagai rincian tentang bentuk, jumlah, dan karakteristik malaikat harus dikembalikan kepada keterangan yang memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis.

Iman kepada Malaikat Bukan Sekadar Mengetahui Namanya

Dalam Islam, iman kepada malaikat bukan hanya menghafal nama dan tugasnya.

Meyakini keberadaan malaikat berarti mengakui bahwa Allah menciptakan makhluk gaib yang menjalankan berbagai tugas sesuai perintah-Nya.

Adapun rincian mengenai hakikat penciptaan, bentuk, jumlah, dan tugas setiap malaikat harus dibedakan antara keterangan yang secara tegas terdapat dalam Al-Qur’an atau hadis sahih dengan informasi yang berkembang dalam literatur populer.(Mun)

Continue Reading

TRENDING