Connect with us

DUNIA

AS Larang Keras Warganya Injakkan Kaki di Timur Tengah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) membunyikan alarm darurat keamanan bagi seluruh warganya yang berencana bepergian menuju atau melintasi kawasan Timur Tengah. Peringatan serius ini diterbitkan menyusul eskalasi konflik militer antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang kian mematikan.

Melalui akun resmi Departemen Luar Negeri AS, Travel.Gov, Washington mendesak warganya untuk bersiaga menghadapi kekacauan operasional transportasi massal. Ancaman penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan mendadak kini mengintai setiap pelancong di kawasan tersebut.

“Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga,” tegas pernyataan resmi AS yang dirilis pada Minggu (20/9/2026).

Kepanikan akibat perang ini sudah memakan korban kenyamanan warga sipil. Pada Sabtu (19/9/2026), rentetan ledakan keras dilaporkan mengguncang ibu kota Arab Saudi, Riyadh, tepat setelah otoritas setempat membunyikan peringatan ancaman udara dari kelompok Houthi sokongan Iran. Ini menjadi serangan langsung pertama yang menghantam jantung Arab Saudi sejak konflik negara tetangga, Yaman, kembali meledak pada Juli lalu.

Baku hantam udara ini kian brutal. Kelompok Houthi mengklaim pasukan koalisi pimpinan Riyadh telah melancarkan 26 serangan mematikan ke wilayah mereka dalam 24 jam terakhir, menggenapi total 300 serangan udara hanya dalam tempo satu pekan.

Tidak hanya mencemaskan wilayah udara Timur Tengah, intelijen Washington memprediksi ancaman ini akan meluas secara global. AS memperingatkan bahwa fasilitas diplomatik, kepentingan bisnis, hingga warga Amerika di luar negeri kini berpotensi kuat menjadi sasaran empuk serangan balasan dari Iran dan berbagai kelompok proksinya. (Mun)

Continue Reading

TRENDING