Connect with us

OASE

Lidah Tak Dijaga? Al-Qur’an Bongkar Hukuman Mengerikan bagi Penggunjing

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Kebiasaan bergosip, menggunjing, hingga menyebarkan aib orang lain kerap dianggap hal sepele dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, Islam memberikan peringatan yang sangat keras terhadap perbuatan gibah karena dinilai dapat merusak persaudaraan, memicu perpecahan, dan mendatangkan dosa besar.

Larangan tersebut secara tegas tertuang dalam Surat Al-Hujurat ayat 12. Dalam ayat itu, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjauhi prasangka buruk, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, serta tidak menggunjing sesama. Bahkan, gibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia.

Perumpamaan yang sangat keras itu menunjukkan betapa menjijikkan dan tercelanya perilaku menggunjing dalam pandangan Islam. Tak hanya merusak hubungan sosial, gibah juga dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kehormatan sesama manusia.

BACA JUGA  Ayat Al-Qur'an Paling Dahsyat untuk Perlindungan Diri

Peringatan soal bahaya lisan tidak hanya terdapat dalam Surat Al-Hujurat. Sejumlah ayat Al-Qur’an lainnya juga menegaskan ancaman bagi mereka yang gemar menyebarkan kabar buruk, fitnah, dan gosip.

Dalam Surat An-Nur ayat 19, Allah SWT memperingatkan bahwa orang yang senang tersebarnya berita keji di tengah kaum beriman akan mendapatkan azab yang pedih di dunia maupun di akhirat. Sementara Surat Qaf ayat 18 mengingatkan bahwa setiap kata yang keluar dari lisan manusia tidak akan luput dari pencatatan malaikat.

Al-Qur’an juga menekankan pentingnya keadilan dan tabayun sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Pesan ini termaktub dalam Surat Al-Ma’idah ayat 8 yang melarang seseorang bertindak tidak adil hanya karena dorongan kebencian.

Tak hanya itu, Surat Al-Ahzab ayat 58 menyebut bahwa orang yang menyakiti kaum mukmin tanpa alasan yang benar telah memikul dosa dan kebohongan yang nyata. Sedangkan Surat An-Nisa ayat 148 menegaskan bahwa Allah tidak menyukai ucapan buruk yang diucapkan secara terang-terangan kecuali oleh pihak yang dizalimi.

BACA JUGA  Al-Qur'an Tegaskan Kematian Pasti Datang

Ayat lain yang memperkuat larangan tersebut terdapat dalam Surat Al-Qalam ayat 10 hingga 12. Dalam rangkaian ayat itu, Allah mengecam perilaku penghina, penyebar fitnah, dan orang yang gemar menghalangi kebaikan.

Selain ancaman dalam Al-Qur’an, sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan konsekuensi berat bagi pelaku gibah. Di antaranya berkurangnya kesempurnaan pahala puasa, datangnya siksa kubur, hingga ancaman siksa neraka bagi mereka yang gemar mencemarkan kehormatan sesama.

Dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW menggambarkan sekelompok manusia yang mencakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku dari tembaga. Ketika ditanya siapa mereka, Malaikat Jibril menjelaskan bahwa itu merupakan gambaran orang-orang yang gemar menggunjing serta merusak kehormatan orang lain.

BACA JUGA  Rahasia Mengapa Surat Keempat Al-Qur'an Dinamakan An-Nisa dan 10 Tujuannya

Para ulama mengingatkan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu kunci menjaga keimanan dan keharmonisan sosial. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, melakukan tabayun terhadap informasi yang diterima, serta menghindari segala bentuk gosip, fitnah, maupun gibah yang dapat merugikan orang lain.

Pesan Al-Qur’an sangat jelas: satu ucapan yang dianggap remeh di dunia bisa menjadi perkara besar di hadapan Allah SWT. Karena itu, menjaga lisan bukan sekadar etika, melainkan kewajiban yang harus dijaga setiap Muslim. (Mun)

TRENDING