NUSANTARA
BMKG: Jawa Barat Diguncang 129 Kali Gempa dalam Sebulan
AKTUALITAS.ID – Masyarakat Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat fenomena mengerikan: wilayah Jawa Barat dan sekitarnya dihantam gempa bumi sebanyak 129 kali sepanjang periode Oktober 2026.
Kekuatan guncangan bervariasi dari yang paling lemah magnitudo (M) 1,1 hingga yang paling dahsyat menyentuh M 5,7.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Suaidi Ahadi, mengungkapkan bahwa dari total ratusan gempa tersebut, delapan di antaranya berkekuatan lumayan besar hingga getarannya nyata dirasakan oleh warga lokal.
“Sepanjang periode Oktober 2026 terdapat delapan kali gempa bumi yang dirasakan,” beber Suaidi di Bandung, Senin (2/11/2026).
Ancaman Gempa Dangkal dari Sesar Aktif
Secara geologis, BMKG mencatat mayoritas gempa berkedalaman dangkal di bawah 60 kilometer mendominasi hingga 114 kejadian, sementara 15 sisanya berada di kedalaman 60–300 kilometer. Dari segi lokasi episenter, 66 gempa berpusat di laut dan 63 gempa terjadi tepat di bawah daratan.
Salah satu gempa darat yang sempat memicu kepanikan adalah gempa M 4,1 yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Minggu, 15 Oktober 2026. Guncangan dangkal akibat aktivitas sesar aktif tersebut dirasakan meluas hingga ke wilayah Sukabumi.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” terang Suaidi.
Imbauan BMKG: Waspadai Bangunan Retak dan Isu Hoaks
Mengingat tingginya frekuensi gempa akibat dinamika pergerakan sesar aktif di daratan maupun laut, BMKG merilis rekomendasi keselamatan untuk warga Jawa Barat.
Masyarakat diimbau untuk segera memeriksa konstruksi tempat tinggal dan menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan pasca-guncangan.
“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tetap tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Suaidi seraya meminta warga terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat. (Irawan/Mun)
-
DUNIA02/11/2026 18:00 WIBRibuan Warga Turun ke Jalan, Ketua KPU Dituntut Mundur
-
RIAU02/11/2026 18:30 WIBSapu Bersih Sarang Narkoba! Ini Sosok AKP Noki Loviko yang Bikin Pengedar Gemetar
-
NUSANTARA02/11/2026 19:30 WIBSapu Bersih! Kapolres Sukoharjo & 3 Anak Buah Resmi Dicopot Mabes Polri
-
EKBIS02/11/2026 19:00 WIBBukan Jago Kandang! Kemnaker Siap Lepas ‘Monster’ Vokasi RI ke Kancah Global
-
EKBIS02/11/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Apresiasi Prabowo Percepat Transisi Energi Nasional
-
NASIONAL02/11/2026 17:00 WIBAbdullah Usulkan Komnas HAM dan KPAI Terlibat dalam Pengusutan Penggeledahan Ponpes
-
NUSANTARA02/11/2026 16:30 WIBDua Pengunjung Glamping Badung Diduga Tertimbun Longsor di Bali
-
NUSANTARA02/11/2026 22:00 WIB7 Polisi Dimutasi Usai Gerebek DPRD Gerindra Pesta Narkoba
















