Connect with us

EKBIS

Bukan Jago Kandang! Kemnaker Siap Lepas ‘Monster’ Vokasi RI ke Kancah Global

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Ambisi Indonesia untuk tidak sekadar menjadi penonton di era disrupsi teknologi makin tak terbendung. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor atau Bang Ferry resmi menutup Indonesia Skills Competition (ISC) 2026 pada Jumat (30/10/2026), menandai dimulainya misi besar mencetak ‘gladiator’ vokasi yang siap mengguncang panggung global.

Sebanyak 90 talenta terbaik dari seluruh penjuru negeri baru saja merampungkan pertarungan sengit di berbagai keahlian masa depan, mulai dari otomasi industri, Internet of Things (IoT), hingga sektor perhotelan. Bang Ferry menegaskan, performa luar biasa para peserta adalah bukti mutlak bahwa generasi muda Indonesia punya nyali dan keahlian melibas kerasnya lompatan teknologi modern.

BACA JUGA  FOTO: Menaker Larang Pengusaha Lakukan Diskriminasi Rekruitmen Tenaga Kerja

“Penutupan kompetisi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah strategis kita untuk terus membangun SDM Indonesia yang unggul dan mampu bersaing secara global,” tembak Bang Ferry dalam sambutannya.

Namun, Wamenaker juga memberikan peringatan keras. Bakat unggul ini akan sia-sia jika ekosistem vokasi nasional masih berjalan sendiri-sendiri. Ia mendesak pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri untuk berhenti dengan ego sektoral dan segera menyinergikan kurikulum agar lulusan vokasi Indonesia benar-benar diburu pasar kerja internasional.

Ajang ISC 2026 ini dipastikan bukan sekadar perebutan piala kosong. Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Ditjen Binalavoktas Kemnaker sekaligus Penanggung Jawab ISC 2026, Abdullah Qiqi Asmara, menyebut ajang ini sebagai radar pendeteksi bakat yang bertugas menyeleksi dan menempa talenta muda sesuai standar internasional.

BACA JUGA  Kemnaker Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Buruh PT Epson

Para juara diharamkan untuk berpuas diri. Mereka kini tengah digembleng keras untuk “berperang” di kasta yang lebih brutal, yakni WorldSkills ASEAN, WorldSkills Asia, hingga WorldSkills International.

“Dengan semangat Sumpah Pemuda, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan bersatu. Pemuda Bersatu, Kompetensi Maju, Indonesia Mendunia!” pekik Qiqi menantang seluruh elemen bangsa untuk serius membina talenta muda. (Mun)

TRENDING