Connect with us

POLITIK

Mardiono Singkirkan Waketum dan Sekjen PPP

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Konflik internal di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali memanas. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, resmi mengambil langkah drastis dengan memberhentikan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dari posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum (Waketum).

Keputusan tegas ini diambil menjelang tahapan krusial verifikasi Pemilu. Mardiono mengibaratkan partai seperti pesawat terbang, di mana penumpang yang membikin kegaduhan dan mengancam keselamatan rombongan harus segera diturunkan demi kenyamanan bersama.

“Kalau saya analogikan, saya sebagai seorang pilot membawa penumpang satu pesawat ini, kalau ada yang ribut satu atau dua, untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang yang lain, kan harus kita turunkan penumpang yang ribut itu. Kalau perlu mendarat darurat untuk menurunkan penumpang itu,” tegas Mardiono kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

BACA JUGA  Kemenkum Harap Kubu Mardiono dan Agus Suparmanto di PPP Berdamai Demi Kemudahan Administrasi

Dibalik manuver restrukturisasi ini, Mardiono membeberkan rentetan pelanggaran berat dan aksi uncooperative yang dilakukan Gus Yasin dan Agus Suparmanto sejak Muktamar PPP September 2025 lalu. Meski nama mereka telah didaftarkan dan disahkan oleh Kementerian Hukum, keduanya diklaim tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di kantor DPP maupun menghadiri agenda resmi konstitusional partai.

Puncak kekesalan pengurus dan kader PPP meledak saat gelaran Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Makassar pada Februari 2026. Alih-alih hadir sebagai Sekjen, Gus Yasin justru nekat menyurati Polda Sulawesi Selatan dan meminta aparat membubarkan Mukernas karena mengklaim acara tersebut ilegal.

Tidak berhenti di situ, keduanya juga mangkir dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional di Bali serta disinyalir rutin menyebarkan surat provokatif ke pengurus daerah di seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Islah PPP: Langkah Positif Menuju Kemenangan di Pemilu 2029?

“Bahkan pernah dilaporkan ke Polda Metro oleh kantor Sekretariat DPP PPP karena surat-surat itu tidak sesuai dengan nomor register, kop surat tidak sesuai naskah aslinya, dan stempel tidak sesuai ukurannya,” beber Mardiono dengan nada tajam.

Bukan Dipecat dari Partai, Hanya “Cleansing” Pengurus

Mardiono mengklaim bahwa desakan pencopotan ini murni merupakan aspirasi arus bawah saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PPP. Kendati demikian, ia meluruskan istilah “pemecatan”. Menurutnya, proses yang sedang berjalan adalah restrukturisasi administratif untuk efektivitas organisasi.

“Jadi tidak ada istilah dipecat itu sebenarnya. Tapi ini adalah restrukturisasi agar efektif. Kalau dipecat itu KTA-nya dicabut dan bukan anggota PPP lagi,” jelasnya.

BACA JUGA  SAH! Menkum Supratman Teken SK Kepengurusan PPP Ketum Mardiono

Saat ini, fungsi dan tugas Sekjen serta Waketum telah diambil alih oleh jajaran pengurus lain sembari menunggu penunjukan figur baru secara resmi. Mardiono memastikan bahtera PPP akan terus melaju dan tidak boleh lumpuh hanya karena ulah segelintir pengurus yang tidak aktif. (Firman/Mun)

TRENDING