Connect with us

OASE

Al-Qur’an Tegaskan Kematian Pasti Datang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Setiap manusia pasti memiliki satu kepastian yang tidak pernah gagal terjadi: kematian. Tidak ada kekuasaan, kekayaan, teknologi, maupun jabatan yang mampu menunda datangnya ajal walau hanya sesaat. Al-Qur’an berulang kali mengingatkan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang pasti akan dialami oleh seluruh makhluk hidup.

Salah satu penegasan paling kuat terdapat dalam Surah Al-Ankabut ayat 57:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”

Pesan tersebut kembali dipertegas dalam Surah Al-Anbiya ayat 35 yang menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah ujian. Allah menguji manusia dengan kesenangan maupun kesulitan sebelum seluruh manusia kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya.

Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa manusia tidak akan pernah mampu menghindari kematian. Dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 8 disebutkan bahwa kematian yang selama ini dihindari justru pasti akan menemui setiap manusia.

BACA JUGA  Menggali Alasan di Balik Penolakan Terhadap Alquran

Bahkan Surah An-Nisa ayat 78 memberikan gambaran yang sangat tegas bahwa sekalipun seseorang berlindung di benteng yang paling kokoh, kematian tetap akan menghampirinya sesuai ketetapan Allah SWT.

Tidak hanya waktu kematian yang menjadi rahasia Allah, lokasi seseorang akan menghembuskan napas terakhir pun tidak diketahui siapa pun. Hal ini ditegaskan dalam Surah Luqman ayat 34 yang menyatakan bahwa tidak ada seorang pun mengetahui apa yang akan dikerjakannya esok hari maupun di bumi mana ia akan meninggal dunia.

Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa setiap kematian telah memiliki waktu yang telah ditentukan. Surah Ali Imran ayat 145 menegaskan bahwa tidak ada satu jiwa pun yang akan mati kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan.

Karena itu, tidak ada manusia yang mampu mempercepat ataupun menunda ajalnya. Surah Al-Munafiqun ayat 11 menegaskan bahwa ketika waktu kematian telah tiba, Allah tidak akan menundanya walau hanya sesaat. Penegasan serupa juga terdapat dalam Surah Al-A’raf ayat 34 dan Surah Yunus ayat 49.

BACA JUGA  Al Quran Dibakar, DPR Minta Dubes Norwegia-Swedia Minta Maaf

Lebih jauh lagi, Al-Qur’an mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia, melainkan awal dari kehidupan akhirat dan pertanggungjawaban atas seluruh amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Surah Ali Imran ayat 185 menyatakan bahwa setiap jiwa akan merasakan mati dan balasan amal akan diberikan secara sempurna pada Hari Kiamat.

Bagi orang-orang yang beriman dan istiqamah dalam ketaatan, Al-Qur’an memberikan kabar gembira. Dalam Surah An-Nahl ayat 32 dijelaskan bahwa para malaikat akan menyambut mereka dengan ucapan salam dan kabar tentang surga sebagai balasan atas amal saleh yang mereka kerjakan.

Sebaliknya, Al-Qur’an juga memberikan peringatan keras agar manusia tidak terlena oleh kehidupan dunia. Surah Al-Mulk ayat 2 menegaskan bahwa Allah menciptakan hidup dan mati sebagai ujian untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya, bukan siapa yang paling kaya, paling terkenal, atau paling berkuasa.

BACA JUGA  Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Pernikahan yang Wajib Diketahui Muslim

Keseluruhan ayat-ayat tersebut membawa satu pesan yang sangat jelas: kematian adalah kepastian, sedangkan waktu, tempat, dan cara datangnya merupakan rahasia Allah SWT. Karena itu, setiap manusia diajak untuk mempersiapkan bekal terbaik berupa keimanan, ketakwaan, dan amal saleh sebelum datang hari ketika tidak ada lagi kesempatan untuk kembali memperbaiki diri.

Di hadapan kematian, seluruh manusia berada pada posisi yang sama. Jabatan, kekayaan, popularitas, dan seluruh kenikmatan dunia akan ditinggalkan. Yang tersisa hanyalah amal yang dipersembahkan kepada Allah SWT sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. (Mun)

TRENDING