Connect with us

DUNIA

Bandara Arab Saudi Masuk Target Houthi

Aktualitas.id -

Ilustrasi bandara, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman melontarkan ancaman keras kepada Arab Saudi. Kelompok tersebut memperingatkan akan membalas dengan menyerang bandara serta infrastruktur strategis Saudi apabila kembali terjadi pelanggaran wilayah udara yang mereka tuduhkan dilakukan oleh Riyadh.

Ancaman itu disampaikan menyusul klaim Houthi bahwa jet tempur Arab Saudi berupaya menghalangi sebuah pesawat sipil Iran yang hendak mendarat di Bandara Internasional Sanaa, wilayah yang berada di bawah kendali Houthi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam jika insiden serupa kembali terjadi.

“Kami memperingatkan musuh Saudi agar tidak mengulangi pelanggaran wilayah udara atau agresi terhadap negara kami. Tindakan seperti itu akan dibalas dengan respons yang menargetkan bandara dan kepentingan vital di darat maupun di laut,” ujar Saree dalam pernyataan video.

BACA JUGA  Saudi Cegat Serangan Rudal Houthi Hingga Meledak di Langit

Menurut Houthi, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.20 waktu setempat. Kelompok itu mengklaim jet tempur Saudi memasuki wilayah udara yang mereka kuasai untuk mencegah pesawat sipil Iran yang membawa lebih dari 200 penumpang mendarat di Sanaa.

Houthi juga menegaskan penerbangan antara Sanaa dan Teheran akan tetap berlangsung meskipun mereka mengakui adanya potensi konsekuensi dari langkah tersebut.

Media yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan pesawat itu akhirnya berhasil mendarat dan kemudian kembali ke Teheran dengan membawa delegasi Houthi yang disebut akan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Selain mengeluarkan ancaman, Houthi menyatakan pasukannya telah bersiaga dan siap menjalankan berbagai opsi sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai “pengepungan Saudi-Amerika”, meski tidak merinci bentuk langkah yang akan ditempuh.

BACA JUGA  Mencekam! 3 Kapal Induk AS Kepung Iran dari Laut Merah

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa bulan setelah pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan Houthi menyepakati pertukaran tahanan dalam jumlah besar, yang sempat dipandang sebagai sinyal meredanya ketegangan.

Namun, ancaman terbaru ini menunjukkan situasi keamanan di kawasan masih rapuh. Konflik yang telah berlangsung sejak 2015 itu terus memecah Yaman menjadi dua wilayah kekuasaan utama, dengan Houthi mengendalikan sebagian besar wilayah utara, termasuk ibu kota Sanaa, sementara pemerintah yang diakui secara internasional menguasai sebagian besar wilayah selatan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi yang menanggapi klaim Houthi mengenai dugaan intersepsi pesawat sipil Iran maupun ancaman serangan terhadap bandara-bandara di wilayah Saudi. (Mun)

TRENDING