NASIONAL
Istana Putuskan Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat
AKTUALITAS.ID – Istana resmi mengumumkan status kepegawaian guru PPPK akan ditarik ke pemerintah pusat. Tak lagi menggantung di daerah.
Kepastian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai rapat panas pemerintah dan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
“Kami menyepakati bersama-sama bahwa status kepegawaian akan dipindahkan menjadi pegawai pusat atau pegawai pemerintah pusat,” tegas Prasetyo.
Ini jadi angin segar bagi jutaan guru honorer dan PPPK di seluruh Indonesia yang selama ini resah soal status dan kesejahteraan.
Dalam skema baru ini, ada dua terobosan krusial:
PPPK Paruh Waktu Langsung Full Time
Guru yang masih berstatus paruh waktu akan otomatis diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Tak ada lagi istilah setengah-setengah.
PPPK Penuh Waktu Dibuka Jalan Jadi PNS
Bagi yang sudah penuh waktu, pemerintah membuka pintu lebar untuk naik kasta menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lewat seleksi di tahun 2027.
Saat ini pemerintah sedang kebut sinkronisasi data guru secara nasional. Prasetyo menegaskan, penyelesaian tidak bisa tambal sulam, harus komprehensif.
Pemerintah juga mengaku terus menyerap aspirasi dari berbagai asosiasi guru agar kebijakan ini tak meleset.
Soal anggaran? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pasang badan. Ia memastikan pengalihan status ini sudah dihitung matang dan tidak akan bikin jebol APBN.
“Langkah-langkah ini diambil tanpa membahayakan kondisi fiskal kita. Tahun 2027, defisit anggaran akan tetap dijaga pada level 2,4 persen,” tegas Purbaya. (Andrey/Mun)
-
DUNIA18/08/2026 12:00 WIBHouthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Laut Merah
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI
-
NASIONAL18/08/2026 17:16 WIBAkademisi UKI: Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045
-
NASIONAL18/08/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Dukung Target Ekonomi 6%
-
NASIONAL18/08/2026 13:00 WIBMenteri Pigai: Warga Papua Hanya Boleh Tuntut Keadilan
-
DUNIA18/08/2026 15:00 WIBNegara Teluk: Kami Tanggung Akibat Perang Trump
-
EKBIS18/08/2026 17:00 WIBBahlil Optimis Target Migas 610 Ribu Barel Tercapai

















