Connect with us

NUSANTARA

BMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kualitas udara di Kota Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh partikel asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa angin dari luar provinsi.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, mengatakan peningkatan konsentrasi partikel halus PM2.5 terpantau terjadi di wilayah Maros dan sekitarnya, termasuk Kota Makassar. Akibatnya, kualitas udara berada pada kategori sedang hingga kurang sehat pada waktu-waktu tertentu.

“Jadi beberapa hari ini terpantau kualitasnya untuk indikator PM2,5 Maros dan sekitarnya termasuk Makassar itu masuk dalam kategori kurang sehat hingga sedang,” ujar Asriani, Sabtu (3/10/2026).

Menurut BMKG, kondisi tersebut tidak berlangsung sepanjang hari. Konsentrasi PM2.5 cenderung meningkat saat malam hingga pagi hari, kemudian berangsur membaik menjelang siang dan sore.

BACA JUGA  BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Hari 24 Desember 2025

Fenomena ini diduga berkaitan dengan pergerakan massa udara yang membawa partikel asap dari wilayah lain. Saat angin dominan bertiup dari arah barat hingga barat laut, asap kebakaran hutan di Kalimantan berpotensi terbawa menuju Sulawesi Selatan. Sementara jika arah angin berasal dari timur, partikel asap dari Papua maupun Maluku juga berpeluang masuk ke wilayah tersebut.

“Nah, penyebabnya itu kebanyakan dari kebakaran, asap kebakaran hutan. Karena tadi saya lihat arah anginnya umumnya berasal dari barat jadi kemungkinan terbawa dari Kalimantan menuju ke wilayah Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

BMKG menegaskan bahwa peningkatan PM2.5 saat ini tidak didominasi oleh emisi kendaraan bermotor. Faktor utama yang berkontribusi terhadap memburuknya kualitas udara justru berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan yang masih aktif di sejumlah wilayah.

BACA JUGA  BMKG: Sumut Berpotensi Diterjang Hujan Sangat Lebat Hingga 22 Desember 2025

Pemantauan titik panas atau hotspot di Kalimantan juga menunjukkan aktivitas kebakaran masih cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat potensi kiriman asap ke Sulawesi Selatan masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan apabila pola angin tetap mendukung.

“Kalau dilihat ini masih merah-merah sekali, masih kuat sekali titik hotspot di Kalimantan belum mereda. Jadi masih ada kemungkinan terjadi beberapa hari kemudian,” kata Asriani.

Di tengah kondisi udara yang menurun, masyarakat Makassar juga merasakan suhu udara yang cukup panas dalam beberapa pekan terakhir. Namun BMKG menegaskan bahwa cuaca panas tersebut masih tergolong normal karena Sulawesi Selatan saat ini masih berada pada periode musim kemarau.

BACA JUGA  Siap-Siap Payung! BMKG Ramal Jakarta Diguyur Hujan Merata Sepanjang Hari Selasa

Suhu udara tercatat berkisar antara 30 hingga 35 derajat Celsius. Meski demikian, sensasi panas yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi akibat pengaruh indeks panas yang dipengaruhi kombinasi suhu, kelembapan udara, kecepatan angin, dan radiasi matahari.

Dengan masih tingginya aktivitas hotspot di Kalimantan, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama pada malam hingga pagi hari ketika konsentrasi PM2.5 cenderung meningkat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan disarankan membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk. (Irawan/Mun)

TRENDING