NUSANTARA
Merapi Meletup Lagi, BPBD Keluarkan Peringatan
AKTUALITAS.ID – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Sabtu (4/7/2026) dini hari. Dalam waktu enam jam, gunung api paling aktif di Indonesia itu meluncurkan tiga kali awan panas guguran (APG) dan delapan kali guguran lava pijar, memicu peningkatan kewaspadaan di kawasan lereng Merapi.
Data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas terbesar terjadi pada pukul 03.51 WIB dengan jarak luncur mencapai 1.700 meter ke arah barat daya, melintasi hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.
Aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 32,01 milimeter dan durasi sekitar 177 detik, menandakan dinamika vulkanik Merapi masih berlangsung cukup intens.
Tak hanya itu, Merapi juga terus memuntahkan lava pijar dari puncaknya. Guguran material panas ini menjadi sinyal bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih terus bergerak menuju permukaan.
Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Magelang, Ahmad Bahru, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan laporan hujan abu di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III maupun kawasan lereng Merapi.
“Belum ada laporan hujan abu. Namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak bahaya,” ujarnya.
Selain awan panas, pengamatan visual menunjukkan asap kawah berwarna cokelat dengan intensitas sedang hingga tinggi yang membumbung sekitar 25 meter di atas puncak.
Sementara itu, selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, BPPTKG merekam 23 kali gempa guguran dan 17 kali gempa hybrid (fase banyak). Rangkaian aktivitas kegempaan tersebut mengindikasikan pasokan magma di dalam Gunung Merapi masih berlangsung dan aktivitas vulkanik belum sepenuhnya mereda.
Meski aktivitas meningkat, status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
BPPTKG bersama BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan yang berpotensi terdampak awan panas guguran, aliran lava, maupun material vulkanik, terutama di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Pemantauan dilakukan selama 24 jam penuh. Personel siaga juga terus disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik serta memastikan kesiapsiagaan warga di kawasan lereng Merapi.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari BPPTKG, BPBD, maupun pemerintah daerah sebagai acuan utama dalam mengambil langkah antisipasi. (Irawan/Mun)
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
NUSANTARA04/07/2026 12:30 WIBBadan Geologi Naikkan Status Anak Krakatau ke Level III
-
POLITIK04/07/2026 10:00 WIBPAN Copot Syah Afandin Usai Terjaring OTT KPK
-
OTOTEK04/07/2026 09:30 WIBNASA: Bumi Bergerak Mengelilingi Titik yang Berbeda
-
NASIONAL04/07/2026 13:00 WIBWaka MPR: Saatnya Indonesia Buktikan Potensi Energi Hijau
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
NUSANTARA04/07/2026 14:30 WIBBMKG: Es Abadi Papua Bisa Lenyap Akhir 2026
-
NASIONAL04/07/2026 09:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Bupati Langkat

















