EKBIS
Bulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
AKTUALITAS.ID – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya akan mendukung program strategis pemerintah melalui penguatan penyerapan hasil panen petani di Papua Selatan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya produksi dari kawasan cetak sawah di Kabupaten Merauke yang diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
“Peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak,” kata Rizal di Merauke, Papua Selatan, Minggu (5/7/2026).
Dirinya menegaskan, Bulog siap menjadi mitra strategis petani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya, akan terus diperkuat.
“Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi akan terus diperkuat agar hasil panen dapat terserap optimal,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sistem penyerapan ini juga bertujuan memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pangan nasional.
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pengembangan kawasan cetak sawah di Papua Selatan merupakan bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan nasional. Ia menekankan bahwa program tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang didukung penuh pemerintah.
“Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat,” kata Amran.
Ia menambahkan pemerintah akan memastikan dukungan penuh melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta jaminan penyerapan hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani.
“Kami ingin petani sejahtera. Bertani harus menjadi jalan menuju kesejahteraan,” ujar Amran.
Papua Selatan saat ini menjadi wilayah utama pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah mencatat pengembangan lahan cetak sawah mencapai puluhan ribu hektare yang diproyeksikan memperkuat produksi beras dalam negeri.
Dari total pengembangan tersebut, Merauke menjadi wilayah terbesar dengan luas hampir 100 ribu hektare lahan yang disiapkan sebagai pusat produksi pangan masa depan Indonesia.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 triliun pada 2026 untuk mendukung infrastruktur pertanian, mulai dari rice milling unit, dryer, gudang, hingga sarana pendukung lainnya.
-
NUSANTARA21/08/2026 07:30 WIBAsap Karhutla di Kalteng Picu 66 Ribu Kasus ISPA
-
EKBIS21/08/2026 09:30 WIBIHSG Naik 22 Poin di Awal Perdagangan
-
NASIONAL21/08/2026 09:00 WIBMA Larang Kasasi Putusan Bebas
-
NASIONAL21/08/2026 10:00 WIBRektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjerat OTT KPK
-
POLITIK21/08/2026 07:00 WIBDede Yusuf: Para Sekjen Parpol Sudah Bertemu Bahas RUU Pemilu
-
DUNIA21/08/2026 08:00 WIBIran Resmi Tandai California Jadi Milik Mereka
-
NUSANTARA21/08/2026 08:30 WIBNapi Sukabumi Kabur Jelang Bebas
-
JABODETABEK21/08/2026 06:30 WIBLayanan SIM Keliling DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026

















