Connect with us

DUNIA

FBI Tangkap Perempuan Diduga Mau Bom Capitol

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Plot terorisme mengerikan yang mengincar jantung pemerintahan New York berhasil digagalkan di detik-detik terakhir. Badan Investigasi Federal AS (FBI) meringkus seorang perempuan berusia 35 tahun, Jessica Bowie, yang nekat merancang aksi pengeboman di Gedung Capitol New York demi mendukung kelompok teroris global, ISIS.

Bowie didakwa atas tuduhan mencoba memberikan dukungan materiil kepada organisasi teroris asing dan kini mendekam di tahanan Distrik Utara New York.

Dokumen pengadilan mengungkap bahwa Bowie, yang masuk Islam lima tahun lalu, telah menggunakan media sosial untuk menyebarkan propaganda anti-Amerika. Rencana berdarah itu mulai disusun sejak pertengahan Juli, tanpa ia sadari bahwa sosok yang diajaknya berkomunikasi adalah agen rahasia FBI yang menyamar sebagai fasilitator ISIS.

BACA JUGA  Menko Polkam Budi Gunawan Pastikan Keamanan Jemaah Haji Setelah Ancaman Bom Pesawat

Dalam percakapan yang berhasil disadap FBI, Bowie secara terbuka meminta bantuan untuk merakit bahan peledak berdaya hancur tinggi. Tempat tinggalnya yang berjarak kurang dari dua mil dari Gedung Capitol dimanfaatkan untuk memantau celah keamanan.

“Saya ingin menargetkan gedung parlemen negara bagian saya, idealnya dengan cara yang memungkinkan saya lolos tanpa ketahuan dan langsung naik pesawat setelahnya,” ungkap Bowie dalam dokumen pengadilan yang dikutip Washington Post.

Tak main-main, Bowie terpantau melakukan pengintaian (reconnaissance) langsung mengitari Gedung Capitol sebanyak lima kali sejak 21 Juli hingga 9 Agustus. Ia mendokumentasikan puluhan foto area gedung untuk menghitung kalkulasi korban.

“Bowie memperkirakan gedung itu berisi 200 orang dan secara dingin berharap bisa menyingkirkan setidaknya separuh dari jumlah tersebut,” tulis laporan tim penyidik.

BACA JUGA  Waspada Tingkat Tinggi! FBI Bongkar Ancaman Ransomware 'Medusa' yang Mengintai Email Anda

Aksi sok jagoan Bowie berakhir tragis bagi dirinya. Operasi jebakan FBI memuncak ketika Bowie menemui dua agen rahasia yang menyerahkan benda yang dikira sebagai bom rakitan aktif.

Tanpa curiga, Bowie menerima barang tersebut dan bahkan menyetorkan sejumlah uang sumbangan untuk pendanaan terorisme masa depan. Tak lama setelah transaksi horor itu, tim sergap FBI langsung membekuknya di sebuah gerai McDonald’s tak jauh dari Gedung Capitol.

Sadar aksinya telah terbongkar total, Bowie langsung kena mental dan pasrah saat diinterogasi.

“Tidak ada yang bisa membantu saya, kalian sudah cukup tahu… saya akan dipenjara seumur hidup. Hukumannya bisa sampai 20 tahun penjara, saya sudah mencarinya di Google sebelumnya,” aku Bowie pasrah di hadapan agen FBI. (Mun)

BACA JUGA  FBI Ungkap Gudang Bom Rakitan Terbesar di Amerika

TRENDING