Connect with us

DUNIA

Kim Yo Jong Sebut Seoul Cuma Boneka Washington

Aktualitas.id -

Kim Yo Jong (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

AKTUALITAS.ID – Semprotan pedas kembali dilayangkan oleh Kim Yo Jong. Adik perempuan sekaligus juru bicara utama pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un itu melontarkan ejekan menohok kepada Korea Selatan (Korsel) usai Seoul terpaksa memangkas skala latihan militer gabungannya akibat perintah mendadak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kim Yo Jong tanpa ragu melabeli Korsel sebagai “pasukan boneka” yang tak berdaya dan hanya bisa pasrah menuruti kehendak Washington.

“Trump mengeluarkan perintah mendadak untuk mengurangi skala latihan tersebut. Hal ini menempatkan Seoul dalam situasi sulit karena mereka harus membatalkan ‘latihan perang’ yang sangat mereka sukai,” sindir Kim Yo Jong melalui pernyataan resminya di media pemerintah Korut, Kamis (20/8/2026) malam.

BACA JUGA  Kim Yo Jong Sebut Jepang Penjahat Perang

Ia menilai Seoul sama sekali tidak memiliki keberanian untuk memprotes keputusan sekutu utamanya tersebut.

“Korsel tidak bisa melontarkan satu pun kata protes atas kepergian para GI (tentara AS). Inilah nasib tidak terelakkan dari pasukan boneka,” cetusnya.

Tak berhenti di situ, Kim Yo Jong juga menyerang pribadi Presiden Korsel Lee Jae Myung. Ia menyebut Lee “bermuka dua” dan munafik lantaran berpura-pura menghormati keputusan Trump, namun di saat bersamaan sesumbar ingin memperkuat pertahanan mandiri.

“Sembari menjilat Trump dengan komentar memalukan seperti ‘menyampaikan rasa hormat’… Lee Jae Myung yang belakangan justru berbicara soal pertahanan mandiri telah menyingkap psikologi Korea Selatan yang kontradiktif, dipenuhi kecemasan dan kegelisahan,” serangnya.

BACA JUGA  Kim Yo Jong Bantah Klaim Trump

Kim Yo Jong menegaskan bahwa pemangkasan latihan militer ini adalah “bencana nyata” bagi Korsel yang telah dibutakan oleh ketergantungannya pada AS. Menurutnya, insiden ini membuktikan bahwa hubungan AS dan Korsel tak ubahnya “hubungan antara majikan dan pelayan”.

“Dunia menyaksikan kenyataan bahwa bantuan keamanan AS tidak lagi diberikan secara cuma-cuma. Sudah saatnya bagi ‘boneka’ yang tidak punya tempat tujuan lainnya untuk menyadari posisi yang digariskan bagi mereka,” pungkas adik Kim Jong Un tersebut. (Mun)

TRENDING