DUNIA
Gelombang Protes Siswa di Prancis Makin Tak Terbendung
AKTUALITAS.ID – Gelombang protes pelajar yang mengguncang Prancis sejak akhir September diperkirakan mencapai puncaknya pada Selasa (6/10/2026). Puluhan ribu orang bersiap turun ke jalan di Paris untuk menuntut perombakan sistem pendidikan yang mereka nilai semakin memburuk.
Pihak berwenang memperkirakan antara 20.000 hingga 40.000 demonstran akan berpartisipasi dalam aksi besar di ibu kota Prancis tersebut. Demonstrasi serupa juga diprediksi berlangsung di berbagai kota lain di seluruh negeri.
Aksi yang awalnya digerakkan para siswa sekolah menengah atas kini mendapatkan dukungan luas dari sejumlah serikat pekerja. Mereka menilai pemerintah gagal menjawab berbagai persoalan mendasar di dunia pendidikan.
Para pelajar memprotes kekurangan tenaga pengajar, jadwal belajar yang dianggap terlalu padat, serta kondisi ruang kelas yang dinilai tidak layak. Mereka juga menyoroti banyaknya gedung sekolah yang dianggap tidak siap menghadapi cuaca panas ekstrem.
Sejak akhir September, ratusan sekolah menengah atas menjadi pusat aksi blokade yang dilakukan para siswa. Gerakan tersebut mayoritas diikuti pelajar berusia 15 hingga 17 tahun.
Meski sebagian besar aksi berlangsung damai, sejumlah demonstrasi berubah ricuh. Sejumlah tempat sampah dilaporkan dibakar, halte bus dirusak, hingga bentrokan terjadi antara massa dan polisi anti huru-hara.
Untuk membubarkan massa, aparat menggunakan tongkat, gas air mata, dan peluru pengendali kerusuhan. Tindakan tersebut memicu kritik keras dari kelompok hak asasi manusia.
Pemerintah Prancis mencatat sedikitnya 215 pelajar dan 715 polisi mengalami luka-luka sejak gelombang protes dimulai. Sebanyak 85 tenaga pengajar juga dilaporkan menjadi korban dalam rangkaian kerusuhan tersebut.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah cedera serius yang dialami seorang pelajar berusia 15 tahun. Remaja itu dilaporkan kehilangan satu tangannya setelah mengambil granat bola berduri yang ditembakkan aparat anti huru-hara.
Selain korban luka, kerusakan fasilitas publik juga terus bertambah. Kementerian Pendidikan Prancis menyebut sedikitnya 24 sekolah telah dibakar atau dijarah sejak demonstrasi berlangsung.
Gangguan terhadap kegiatan pendidikan pun semakin meluas. Data pemerintah menunjukkan aktivitas belajar mengajar terganggu di 589 dari sekitar 3.700 sekolah menengah atas serta 32 universitas di seluruh Prancis.
Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, meminta seluruh demonstran menjaga aksi tetap damai dan tidak terprovokasi tindakan kekerasan.
Di sisi lain, organisasi hak asasi manusia Amnesty International mendesak pemerintah menghentikan apa yang disebut sebagai penggunaan kekuatan berlebihan terhadap pelajar.
Amnesty menyoroti penggunaan gas air mata, tongkat, serta metode pengamanan yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan peserta aksi.
Situasi semakin sensitif karena gelombang demonstrasi ini terjadi menjelang Pemilihan Presiden Prancis 2027. Pemilu tersebut akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron yang tidak lagi dapat mencalonkan diri setelah menyelesaikan masa jabatan maksimalnya.
Hingga kini lebih dari 5.000 orang telah ditangkap selama aksi berlangsung. Sekitar 87 persen di antaranya dilaporkan masih berusia di bawah umur.
Dengan puluhan ribu massa diperkirakan membanjiri jalanan Paris, pemerintah Prancis kini menghadapi tekanan besar untuk meredam kemarahan pelajar sekaligus mencegah meluasnya kerusuhan yang berpotensi mengganggu stabilitas politik nasional menjelang tahun politik. (Mun)
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
RAGAM06/10/2026 13:30 WIBOktober Jadi Momen Pencairan BSU, Siapa yang Kebagian?
-
POLITIK06/10/2026 13:00 WIBRUU Pemilu Memanas, PKB Dorong Opsi Threshold 5-6 Persen
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
POLITIK07/10/2026 06:00 WIBBW: Gibran Mundur Lebih Terhormat
-
NASIONAL06/10/2026 14:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Penyiksaan Sadis di Balik Jeruji Cibinong
-
NUSANTARA07/10/2026 07:30 WIBLansia 74 Tahun Tewas Saat Bakar Daun Jati di Ladang
-
NUSANTARA07/10/2026 08:30 WIBGempa M5,2 Guncang Lombok Dini Har
















