DUNIA
Kim Yo Jong: ASEAN Jangan Jadi Alat Kepentingan AS
AKTUALITAS.ID – Ketegangan diplomatik kembali memanas setelah Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melontarkan kritik keras terhadap ASEAN. Ia menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea dan menuduh forum regional Asia Tenggara mengadopsi narasi yang didorong Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil Forum Regional ASEAN di Filipina yang menyatakan keprihatinan atas perkembangan program nuklir dan rudal Korea Utara, serta menyerukan dilanjutkannya dialog damai menuju Semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir.
Kim Yo Jong menyebut seruan itu sebagai pandangan yang sudah tidak sesuai dengan realitas.
“Merupakan kegagalan dalam pemikiran dan logika strategis dan manifestasi dari mimpi liar yang bodoh dan konyol untuk masih berpegang pada denuklirisasi Semenanjung Korea,” ujarnya, sebagaimana dikutip media pemerintah Korea Utara.
Ia juga menyatakan ketidakpuasan terhadap sikap ASEAN yang dinilainya mengikuti seruan Amerika Serikat mengenai denuklirisasi. Kim memperingatkan agar forum ASEAN tidak digunakan sebagai “corong bayaran” bagi kepentingan Washington.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena kritik terbuka Korea Utara terhadap ASEAN relatif jarang terjadi. Sejumlah pengamat menilai komentar Kim Yo Jong mencerminkan sikap Pyongyang yang semakin tegas sejak negara itu memasukkan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir ke dalam kebijakan resminya.
Profesor Program Arsitektur Keamanan Regional di S. Rajaratnam School of International Studies, Sarah Teo, menilai teguran terbuka kepada ASEAN merupakan langkah yang tidak biasa.
Sementara itu, peneliti senior Hoo Chiew-Ping mengatakan Korea Utara kini semakin vokal mempertahankan kebijakan nuklirnya. Menurutnya, Pyongyang memandang seruan denuklirisasi sebagai keberpihakan terhadap narasi Barat, bukan sebagai pengakuan atas posisi dan kebijakan yang diambil Korea Utara.
Sebelumnya, Korea Utara juga menyampaikan kritik serupa kepada negara-negara G7, dengan menegaskan bahwa upaya menekan kepentingan strategis Pyongyang hanya akan memperbesar risiko eskalasi.
Pernyataan terbaru Kim Yo Jong menambah daftar ketegangan diplomatik di kawasan Asia-Pasifik. Meski ASEAN terus mendorong penyelesaian damai dan stabilitas regional melalui dialog, Korea Utara tetap mempertahankan posisinya bahwa statusnya sebagai negara bersenjata nuklir tidak lagi menjadi bahan untuk dinegosiasikan. (Mun)
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
NASIONAL11/09/2026 16:00 WIBSAR Perluas Area Pencarian hingga 3.243 Mil Laut Persegi
-
DUNIA11/09/2026 15:00 WIBDrone Rusia Serang Mal Saat Dipenuhi Warga
-
EKBIS11/09/2026 10:30 WIBDolar AS Tembus Rp17.600, Rupiah Kembali Tertekan
-
NUSANTARA11/09/2026 14:30 WIBKebakaran Kembali Hantam Bromo
-
NUSANTARA11/09/2026 15:30 WIBSantriwati Sleman Diduga Diperkosa Pengurus Ponpes

















