DUNIA
AS-Rusia-China Ribut Soal Sanksi Iran di PBB
AKTUALITAS.ID – Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendadak berubah jadi arena “perang urat saraf”. Dua kubu raksasa dunia, Amerika Serikat (AS) dan sekutu Eropanya melawan Rusia-China, terlibat cekcok sengit memperebutkan nasib sanksi nuklir Iran, Kamis (10/9/2026).
Ketegangan pecah saat kubu Barat yang dimotori AS, Inggris, dan Prancis memaksa pemberlakuan kembali sanksi hukuman maksimal kepada Teheran melalui mekanisme “snapback”. Mekanisme sakti ini memungkinkan sanksi PBB kembali aktif secara otomatis tanpa bisa dijegal oleh hak veto, menyusul sederet pelanggaran berat kesepakatan nuklir yang dilakukan Iran.
Namun, langkah AS cs langsung dihadang keras oleh Rusia. Moskow melayangkan protes keras dan menyebut Barat sedang berhalusinasi.
Diplomat Rusia berdalih, landasan sanksi PBB (Resolusi 2231) sudah hangus alias kedaluwarsa sejak 18 Oktober 2025 lalu. Bahkan, Rusia menyebut Komite Sanksi 1737 yang mengawasi nuklir Iran sudah mati sejak 2015. Moskow menuntut voting untuk membubarkan rapat tersebut.
“Mekanisme ini tidak bisa diaktifkan! Tidak ada dasar hukum yang tersisa,” gertak perwakilan Rusia di ruang sidang.
China pun langsung pasang badan membela sekutunya. Beijing menuding AS dan Eropa bertindak sewenang-wenang dan memaksakan agenda ‘zombie’ yang sudah dihapus dari daftar PBB. “Langkah (AS) ini hanya memperdalam perpecahan institusional!” kecam diplomat China dengan nada memperingatkan.
Mendapat perlawanan dari Blok Timur, delegasi Barat membalas tak kalah tajam. Washington menuding Rusia dan China sedang bersandiwara memainkan aturan PBB demi menjadi “tameng pelindung” bagi Iran.
“Terlepas dari omong kosong bermuatan politis tersebut, fakta tetaplah fakta. Komite 1737 itu ada!” tembak perwakilan diplomatik AS membalas Rusia.
Inggris dan Prancis turut mencecar poros Moskow-Beijing. Mereka menegaskan mekanisme snapback sangat sah dan legal karena Iran terbukti secara fatal gagal memenuhi kewajiban internasionalnya.
Drama adu mulut tingkat tinggi ini akhirnya diselesaikan lewat jalur voting. Hasilnya? Rusia dan China harus gigit jari.
Langkah Moskow dan Beijing untuk memblokir rapat krusial tersebut keok telak setelah 11 negara memberikan suara dukungan untuk melanjutkan agenda Barat, sementara Rusia dan China hanya mendapat 2 suara penolakan (ditambah 2 abstain). PBB pun resmi melanjutkan proses yang berpotensi kembali mencekik ekonomi Iran tersebut. (Mun)
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
RIAU10/09/2026 22:00 WIB65 Kg Sabu Asal Malaysia Digagalkan di Bengkalis
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
JABODETABEK11/09/2026 05:30 WIBBMKG: Awan Tebal Mengintai Jakarta Jumat Ini
-
DUNIA11/09/2026 08:00 WIBSerangan Israel Tewaskan Satu Keluarga di Gaza
-
NASIONAL11/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong Satu Kementerian Khusus Urusan Bencana

















