Connect with us

POLITIK

Pengamat: AHY Sedang Kelola Risiko Politik

Aktualitas.id -

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Langkah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklarifikasi pidato politiknya langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto menyedot perhatian publik. Klarifikasi terbuka tersebut dinilai sebagai langkah darurat untuk memangkas potensi risiko politik yang jauh lebih besar bagi posisi Partai Demokrat di dalam pemerintah.

Sebelumnya, pidato AHY mengenai sindiran “kekuasaan tidak selamanya” jelang HUT ke-25 Partai Demokrat sempat memicu bola liar dan multitafsir. Publik serta jajaran elit politik sempat menduga adanya manuver terselubung dari partai berlogo bintang mercy tersebut.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat, menilai AHY telah melempar sinyal politik yang terlalu ambigu ke ruang publik sehingga melahirkan biaya politik (political cost) tinggi akibat salah penafsiran.

BACA JUGA  Benny Harman Ingatkan Bahaya Pasal Misterius di RUU Pemilu

“Saya melihatnya dari perspektif political signaling. AHY mengirim sinyal yang terlalu ambigu ketika menjelang HUT. Dalam teori komunikasi politik, aktor tidak hanya berkomunikasi melalui apa yang dikatakan, tetapi melalui apa yang ditafsirkan dari ucapan tersebut,” ujar Cecep, Kamis (10/9/2026).

Cecep menepis spekulasi dangkal bahwa AHY bertindak karena gentar atau takut dimarahi secara personal oleh Prabowo Subianto. Klarifikasi AHY di Indonesia Arena, Rabu (9/9/2026) lalu, murni merupakan kalkulasi rasional demi mencegah loss of trust atau hilangnya kepercayaan dari sang kepala negara.

“Saya tidak membaca klarifikasi ini sebagai AHY takut pada Prabowo. Itu terlalu psikologis. Lebih tepatnya, AHY sedang mengelola risiko kehilangan kepercayaan dalam hubungan koalisi. Yang ditakutkan adalah berkurangnya berbagai akses akibat persepsi bahwa Demokrat mulai bermanuver terlalu dini,” tegas Cecep.

BACA JUGA  Demokrat Dikabarkan Dapat 4 Menteri, Sekjen: Masih Dinamis

Lebih lanjut, Cecep menyoroti bahaya laten jika narasi “oposisi dalam selimut” telanjur melekat pada tubuh Demokrat. Berada di dalam gerbong Kabinet Merah Putih sembari disinyalir menyiapkan strategi perlawanan dianggap bisa menghancurkan reputasi politik Demokrat secara permanen.

Oleh sebab itu, AHY dituntut harus mampu memisahkan secara tegas antara loyal to government dengan political ambition for the future.

Merespons ketegangan tersebut, AHY secara terbuka menegaskan komitmen penuh partainya di depan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan para pimpinan parpol koalisi. AHY menyebut politik adalah soal menjawab kepercayaan rakyat dengan pengabdian, bukan sekadar kompetisi perbutan kursi.

“Posisi Demokrat jelas! Kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil. Tidak ada hal lain selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini,” tegas AHY menyapu bersih spekulasi liar yang beredar. (Bowo/Mun)

BACA JUGA  FOTO: Menko AHY Resmikan Kantor Khusus Proyek Infrastruktur

TRENDING