Connect with us

NUSANTARA

Ratusan Siswa dan Guru Keracunan MBG, Pemkab Pati Tetapkan KLB

Aktualitas.id -

Ratusan Siswa dan Guru Keracunan MBG, Pemkab Pati Tetapkan KLB

AKTUALITAS.ID – Kasus dugaan keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati semakin mengkhawatirkan. Ratusan siswa dan guru dari dua sekolah di Kecamatan Gembong dilaporkan mengalami mual dan diare hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Total sedikitnya 273 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG.

Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare. Sementara di MTs Negeri 3 Pati, sebanyak 127 siswa dan 30 guru dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan status KLB ditetapkan karena jumlah penderita yang mencapai ratusan serta menyangkut keselamatan para korban.

BACA JUGA  Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMKN 11 Semarang Jalani Perawatan Medis

“Karena menyangkut keselamatan korban dan jumlah penderita ratusan, kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB),” kata Chandra dalam keterangan resminya kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Penetapan status KLB membuat pemerintah daerah dapat melakukan penanganan secara maksimal. Chandra mengatakan pembiayaan dalam kondisi darurat juga dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga.

Menurutnya, keselamatan para siswa dan guru yang mengalami keluhan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau,” ujarnya.

Pemkab Pati kini terus melakukan pendataan dan sinkronisasi untuk memastikan jumlah korban secara pasti. Bersamaan dengan itu, investigasi juga dilakukan untuk mengetahui penyebab ratusan siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG.

BACA JUGA  Karhutla Meluas, BGN Lempar Nasib MBG ke Pemda

Chandra menegaskan pemerintah daerah akan mengawal proses penyelidikan bersama pihak terkait, termasuk mengevaluasi proses distribusi makanan dan aspek keamanan pangan.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” jelasnya.

Kasus ini kembali menjadi perhatian serius terhadap pelaksanaan program MBG, terutama soal pengawasan keamanan pangan dan distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Namun demikian, penyebab pasti keluhan yang dialami ratusan siswa dan guru tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi resmi dari pihak berwenang. (Irawan/Mun)

TRENDING