Connect with us

DUNIA

Israel Klaim Tak Akan Paksa Warga Palestina Tinggalkan Gaza

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Warga Palestina membawa kotak-kotak makanan yang dikumpulkan dari pusat distribusi yang didirikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza yang didukung AS dan Israel di Koridor Netzarim, Jalur Gaza tengah, pada Kamis, 29 Mei 2025. (Fotografer: Ahmad Salem / Bloomberg via Getty Images)

AKTUAILTAS.ID – Israel menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengusir atau mendeportasi warga Palestina dari Jalur Gaza. Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap sejumlah pejabat Israel yang sebelumnya sempat melontarkan wacana pemindahan jutaan penduduk Gaza dari wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menegaskan pemerintahnya tidak akan memaksa warga Palestina meninggalkan Gaza.

“Kami tidak berencana untuk mengusir atau mendeportasi siapa pun dari Jalur Gaza,” kata Sa’ar saat berkunjung ke Slovenia, seperti dilansir AFP, Kamis (10/9/2026).

Namun, Sa’ar menyatakan Israel tidak akan menghalangi warga Gaza yang ingin pergi atas kehendak sendiri dan memperoleh negara tujuan yang bersedia menerima mereka.

“Jika seseorang ingin meninggalkan Gaza atas kemauan sendiri, dan ada negara yang bersedia menerimanya—seperti yang terjadi di wilayah konflik mana pun di dunia kami tidak akan menentangnya,” ujarnya.

BACA JUGA  Trauma Perang Gaza Jadi Sorotan Usai 16 Tentara Israel Bunuh Diri

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya sejumlah anggota kabinet Israel sempat membicarakan gagasan pemindahan seluruh penduduk Gaza yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang.

Wacana itu kerap dibungkus dengan istilah keberangkatan “sukarela”, dengan dalih warga Palestina ingin meninggalkan Gaza tetapi disebut terhalang oleh kelompok militan Hamas.

Di tengah Gaza yang porak-poranda akibat perang, perdebatan mengenai kemungkinan perpindahan massal warga Palestina pun terus memicu kontroversi.

Sa’ar menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers di Ljubljana, menjelang pembukaan kedutaan besar Israel di ibu kota Slovenia tersebut.

Pembukaan kedutaan itu juga menandai perubahan signifikan dalam hubungan diplomatik kedua negara. Pemerintah Slovenia sebelumnya dikenal sebagai salah satu pihak di Uni Eropa yang cukup vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza.

BACA JUGA  Perlawanan Palestina Bersatu, Tembakan dan Roket Hantam Pasukan Israel di Gaza

Namun, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Janez Janša, Slovenia kini berupaya memulihkan hubungan dengan Israel.

Sa’ar pun menyampaikan apresiasi atas dukungan Slovenia terhadap Israel.

“Sebuah kedutaan besar lebih dari sekadar bendera yang berkibar di sebuah gedung. Ini adalah investasi dalam sebuah hubungan dan komitmen terhadap masa depannya. Dan itulah tepatnya yang akan kita lakukan bersama,” ujar Sa’ar.

“Israel mengingat sahabat-sahabatnya. Sebagaimana Anda telah mendukung kami, kami pun akan mendukung Anda,” katanya.

Pernyataan Israel bahwa mereka tidak akan mengusir warga Gaza kini menjadi perhatian, terutama karena muncul setelah sebelumnya sejumlah tokoh di pemerintahan Israel sempat membuka wacana pemindahan besar-besaran penduduk Palestina dari wilayah yang telah hancur akibat perang tersebut. (Mun)

BACA JUGA  Agresi Gaza Tinggalkan Luka Mental: Ribuan Militer Israel Berjuang dengan PTSD

TRENDING