OASE
Al-Qur’an Larang Boros Energi
AKTUALITAS.ID – Krisis energi global dan semakin menipisnya cadangan energi fosil membuat penghematan energi menjadi isu penting di seluruh dunia. Namun jauh sebelum istilah efisiensi energi dikenal luas, Islam telah lebih dahulu mengajarkan umatnya untuk tidak hidup boros dan tidak menggunakan sumber daya secara berlebihan.
Al-Qur’an secara tegas mengecam perilaku tabdzir (pemborosan) dan israf (berlebih-lebihan). Nilai-nilai tersebut tidak hanya berlaku dalam penggunaan harta, tetapi juga relevan terhadap pemanfaatan berbagai sumber daya, termasuk listrik, bahan bakar, air, dan energi lainnya.
Dalam QS. Al-Isra ayat 27, Allah SWT berfirman bahwa para pemboros adalah “saudara-saudara setan”, sebuah peringatan yang menunjukkan betapa seriusnya larangan menyia-nyiakan nikmat yang telah diberikan-Nya.
Sementara itu, QS. Al-A’raf ayat 31 mengajarkan prinsip keseimbangan dengan perintah agar manusia makan dan minum tanpa berlebihan karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Prinsip yang sama kembali ditegaskan dalam QS. Al-Furqan ayat 67. Allah memuji hamba-hamba-Nya yang membelanjakan hartanya secara seimbang, tidak boros dan tidak pula kikir. Nilai tersebut menjadi fondasi gaya hidup hemat, bijak, dan bertanggung jawab.
Seiring berkembangnya revolusi industri, kebutuhan energi terus meningkat secara signifikan. Sebagian besar energi yang digunakan dunia saat ini masih berasal dari sumber daya tak terbarukan yang jumlahnya terbatas. Kondisi tersebut menjadikan penghematan energi sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar pilihan gaya hidup.
Ajaran Islam juga memberikan teladan praktis melalui hadis Rasulullah SAW.
Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda agar umatnya mematikan lampu ketika hendak tidur, menutup pintu, menutup tempat air, serta menutup makanan dan minuman. Hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari tersebut pada awalnya bertujuan mencegah bahaya kebakaran akibat lampu berbahan api, namun juga menunjukkan pentingnya tidak membiarkan sumber penerangan menyala tanpa kebutuhan.
Pesan tersebut tetap relevan hingga saat ini. Mematikan lampu, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, dan menggunakan energi seperlunya merupakan bentuk ikhtiar menjaga nikmat sekaligus menghindari pemborosan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Makan dan minumlah, berpakaianlah, serta bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan dan tanpa kesombongan.”
Hadis yang diriwayatkan Al-Baihaqi dan dinilai sahih oleh Al-Hakim tersebut menegaskan bahwa seluruh aspek kehidupan hendaknya dijalani secara proporsional dan tidak berlebihan.
Di tengah meningkatnya konsumsi energi dan tantangan lingkungan global, pesan Al-Qur’an dan hadis menjadi pengingat bahwa penghematan bukan sekadar upaya mengurangi tagihan listrik atau BBM, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga nikmat Allah serta menggunakan sumber daya secara bijaksana.
Menghemat energi pada akhirnya bukan hanya soal efisiensi ekonomi, tetapi juga mencerminkan sikap syukur, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. (Mun)
-
POLITIK01/07/2026 16:35 WIBSafari Politik Jokowi Sengaja Ganggu Zona Nyaman Partai Mapan
-
POLITIK01/07/2026 17:30 WIBGerindra Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi dengan PSI
-
POLITIK01/07/2026 11:30 WIBPDIP Minta BGN Bongkar Keterlibatan Kader dalam Program MBG
-
NASIONAL01/07/2026 10:00 WIBWaka MPR: Sangat Tepat Langkah Prabowo Selamatkan Industri Nasional
-
OTOTEK01/07/2026 11:00 WIBPersaingan Makin Gila, Influencer Terancam Kehilangan Cuan Besar
-
RIAU01/07/2026 13:16 WIBPolda Riau Raih Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Kapolda: Penghargaan Milik Seluruh Personel
-
EKBIS01/07/2026 07:16 WIBKabar Gembira! Pertamax Turbo Kini Lebih Murah
-
RIAU01/07/2026 20:10 WIBBengkalis Pimpin Partisipasi IHaI 2026 di Riau, Bupati Kasmarni Ajak Warga Terus Isi Survei

















