POLITIK
Bajak Kader dari Partai Lain, PSI Dinilai Krisis Figur
AKTUALITAS.ID – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merekrut lebih dari 10 kader dari berbagai partai politik dinilai belum cukup memperkuat posisi elektoral partai menuju Pemilu Legislatif 2029. Strategi tersebut justru menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam proses kaderisasi internal PSI.
“Pengakuan Ahmad Ali itu menunjukkan rasa bangganya PSI mampu membajak kader partai lain. PSI ingin tampil sebagai partai yang lebih terbuka dan menarik,” kata Jamiluddin, Senin (22/6/2026).
Namun menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya regenerasi kader di internal partai. Dirinya menyebut PSI belum berhasil mencetak figur politik yang kuat dari dalam organisasi.
“Di balik kebanggaan itu terdapat kegagalan kaderisasi di PSI. Bahkan ini mengindikasikan PSI sedang mengalami krisis figur,” ujarnya.
Jamiluddin juga menyoroti struktur kepemimpinan PSI, termasuk posisi Ketua Harian yang dinilai tidak lazim jika tidak didasarkan pada kebutuhan organisasi yang mendesak.
Ia menambahkan ketergantungan pada tokoh luar partai membuat PSI tidak memiliki fondasi kader yang solid untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“PSI tidak perlu mengeluarkan sumber daya besar untuk membentuk kader dari nol, tetapi itu juga menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada figur luar,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar kader baru PSI bukan figur dengan daya tarik elektoral yang kuat di tingkat nasional.
“Mayoritas adalah mantan pejabat daerah atau eks anggota legislatif. Hanya sebagian kecil yang memiliki pengaruh signifikan,” ujarnya.
Dirinya menilai karakter pemilih Indonesia yang cenderung mengambang membuat perpindahan tokoh tidak otomatis berdampak besar pada suara partai.
“Jika PSI mengandalkan strategi seperti ini, akan sulit untuk bersaing di Senayan,” pungkasnya.
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
OLAHRAGA23/06/2026 04:33 WIBJadwal Piala Dunia 2026: Pekan Sengit Penentu Kelolosan
-
DUNIA23/06/2026 00:01 WIB
Myanmar Tutup Ribuan Akun dan Nonaktifkan Ratusan Ribu SIM Terkait Judol
-
NASIONAL23/06/2026 17:16 WIBIstana akan Telusuri Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Demo dan Audiensi dengan Wapres
-
POLITIK23/06/2026 11:00 WIBAHY Wacana Prabowo Gibran 2 Periode Masih Terlalu Dini
-
POLITIK23/06/2026 17:01 WIBDjarot: Jokowi Itu Siapkan Gibran Jadi Presiden Ketimbang Dukung Dua Periode Prabowo

















