POLITIK
Pengamat Sebut Struktur Ketua Harian PSI Bukti Adanya Ketidakseimbangan dalam Manajemen Partai
AKTUALITAS.ID – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai keberadaan jabatan Ketua Harian dalam struktur PSI memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kepemimpinan di tubuh partai.
“Biasanya ketua harian ditunjuk ketika ketua umum memiliki kesibukan tinggi. Namun Kaesang Pangarep tidak termasuk dalam kategori tersebut,” kata Jamiluddin, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, penunjukan struktur baru tersebut perlu dilihat dalam konteks kebutuhan organisasi, bukan sekadar penambahan jabatan politik.
Dirinya menilai keputusan PSI tersebut menunjukkan adanya upaya memperkuat mesin organisasi, tetapi sekaligus memunculkan persepsi adanya ketidakseimbangan dalam manajemen partai.
Jamiluddin juga menyoroti posisi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang dinilai masih menjadi figur sentral, meskipun partai telah melakukan penambahan struktur kepemimpinan.
“Struktur seperti ini bisa menimbulkan pertanyaan mengenai pembagian peran dalam pengambilan keputusan politik,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam partai politik modern, kejelasan struktur kepemimpinan menjadi faktor penting untuk memperkuat konsolidasi internal.
Menurutnya, publik juga akan menilai apakah perubahan struktur tersebut benar benar berdampak pada penguatan elektoral PSI atau hanya bersifat administratif.
“Publik akan melihat apakah ini memperkuat partai atau hanya perubahan formalitas,” katanya.
-
PAPUA TENGAH07/08/2026 09:00 WIBPBB: Jangan Rampas Suara Rakyat Lewat Ambang Batas Parlemen
-
FOTO07/08/2026 18:45 WIBFOTO: Bawaslu Teken Kerjasama dengan Pemuda LIRA Perkuat Pengawasan Pemilu
-
EKBIS07/08/2026 09:30 WIBIHSG Kembali Hijau
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
NASIONAL07/08/2026 11:00 WIBDPR: QRIS Diduga Dimanfaatkan untuk Deposit Judi Online
-
NASIONAL07/08/2026 17:00 WIBMuzani Klaim Prabowo Jiplak Jurus Sakti Bung Hatta
-
NASIONAL07/08/2026 10:00 WIBSatu Tahun Berlalu, KPK Belum Berani Tahan Tersangka CSR BI?
-
POLITIK07/08/2026 16:00 WIBGanjar: Pilkada Tanpa Wakil Harus Dibahas Komprehensif

















