Connect with us

NASIONAL

Ruby Chairani: Penambahan Anggaran Kemendikti Saintek Harus Sejalan dengan Target Terukur

Aktualitas.id -

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia, foto: gerindra.id

AKTUALITAS.ID – Upaya perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu mendapat dorongan kuat dari Senayan. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia, secara terang-terangan mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk segera mengajukan tambahan anggaran demi memperluas cakupan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Meski Kemdiktisaintek saat ini sudah mengantongi tambahan pagu anggaran sebesar Rp1,267 triliun khusus untuk perluasan KIP Kuliah, nominal tersebut dinilai masih belum cukup untuk menambal seluruh kebutuhan riil di sektor pendidikan tinggi dan riset nasional.

“Kami dari Fraksi Gerindra mendorong agar Kemdiktisaintek mengajukan tambahan tersebut,” tegas Ruby dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Mendiktisaintek di Jakarta, Senin (21/09/2026).

BACA JUGA  Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp800 Triliun

Namun, politisi muda Gerindra ini memberikan catatan tajam. Ia mewanti-wanti agar gelontoran dana triliunan rupiah dari APBN tidak sekadar menjadi ajang “bakar uang” demi mengejar penyerapan. Pengajuan anggaran wajib disertai perencanaan matang dan tidak boleh melenceng dari target.

“Kami menekankan, ini pasti bukan semata-mata soal penambahan anggaran. Penempatan sasaran harus tepat, indikator kinerja harus jelas, dan dampaknya terhadap pendidikan harus nyata. Jangan sampai salah sasaran,” sorotnya.

Menurut Ruby, mekanisme evaluasi yang ketat dan pembaruan basis data adalah harga mati. Hal ini krusial untuk memastikan uang negara benar-benar menyentuh masyarakat miskin yang membutuhkan akses pendidikan tinggi.

“Kami berharap setiap usulan tambahan dilengkapi target terukur dan basis data yang jelas. Setiap rupiah anggaran harus benar-benar bisa diterjemahkan menjadi peningkatan akses, kualitas SDM, serta manfaat riset bagi masyarakat,” tutup Ruby. (Mun)

BACA JUGA  Prabowo: Anggaran Pendidikan 22% APBN Harus Tepat Sasaran

TRENDING