Connect with us

DUNIA

Moskow Diserang Ratusan Drone Saat Pemilu

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Ibu kota Rusia mendadak berubah menjadi zona udara mencekam. Puncak pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai teror besar-besaran setelah ratusan drone Ukraina menghantam wilayah Moskow. Manuver tajam ini tidak hanya menargetkan kekacauan politik, tetapi juga langsung melumpuhkan kilang minyak utama yang menjadi urat nadi pendanaan perang Kremlin.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, bereaksi keras dengan menuding Kyiv sengaja merancang sabotase tersebut untuk membatalkan pemilu. Ia mengklaim sistem pertahanan udara militer Rusia dipaksa bekerja ekstra menembak jatuh lebih dari 1.600 drone Ukraina, dengan 450 di antaranya mengunci target langsung ke Moskow.

“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh tidak berhasil. Namun, sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan,” ungkap Sobyanin melalui saluran Telegram.

BACA JUGA  16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia

Teror udara ini memakan korban jiwa dan memicu kepanikan warga. Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, mengonfirmasi dua orang tewas seorang wanita 44 tahun dan seorang pria lanjut usia—di dua lokasi terpisah, sementara 20 orang lainnya mengalami luka-luka. Hantaman drone juga memicu kebakaran hebat di sebuah gedung apartemen berlantai 21 yang memaksa 400 penghuninya dievakuasi secara darurat.

Di seberang perbatasan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak menutupi rasa puasnya atas kehancuran di pihak Rusia. Ia secara terbuka mengapresiasi operasi presisi pasukannya yang menembus jantung pertahanan musuh.

“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,” puji Zelensky.

BACA JUGA  Iran Pertimbangkan Pengiriman Rudal dan Drone ke Suriah, Dukung Rezim Assad di Tengah Ancaman Pemberontakan

Gempuran mematikan ini tidak hanya terpusat di Moskow. Jejak berdarah drone Ukraina juga meluas hingga ke wilayah Kherson di selatan Ukraina yang saat ini diduduki Rusia. Otoritas setempat melaporkan sebuah drone menghantam bus penumpang dan menewaskan dua orang, di mana salah satu korbannya adalah anggota komisi pemilihan umum Rusia. (Mun)

TRENDING